Instagram Sangat Buruk bagi Kesehatan Mental, Mitos atau Fakta?

579

Memicu rasa iri

Dahulu, saat Friendster, Facebook, atau Twitter masih populer, tidak ada istilah Friendster-able ataupun Facebook-able. Namun, sejak kemunculan Instagram, istilah Instagram-ablemulai muncul dan tenar di kalangan pengguna media sosial. Oleh karena itu, semua tempat, benda, momen, atau apapun yang sekiranya menarik bisa langsung disebarkan melalui media sosial Instagram.

Tak cuma itu, kebanyakan media sosial saat ini juga berisi mengenai kegiatan traveling, makan di restoran mewah, berbelanja, dan melakukan kegiatan menyenangkan lainnya. Menurut dr. Reza Fahlevi dari KlikDokter, hal-hal tersebut dapat menimbulkan perasaan iri dan penurunan rasa percaya diri bagi orang yang melihatnya.

“Itu karena mereka merasa hidupnya tidak semenyenangkan seperti orang lain yang dilihatnya di media sosial,” jelas dr. Reza.

Lalu, tentang traveling. Saat berlibur ke suatu tempat, Anda mungkin akan sibuk mencari lokasi foto yang bagus. Sebagian besar waktu mungkin Anda habiskan untuk mengambil gambar agar bisa diunggah ke Instagram dan mendapatkan tanggapan dari teman-teman di media sosial. Jika nantinya tidak ada tanggapan yang sesuai dengan ekspektasi, bukan tidak mungkin rasa kecewa dan penurunan mood untuk liburan juga akan terjadi.

Mengetahui bahwa media sosial bisa berdampak buruk pada kesehatan mental, Anda sebaiknya lebih bijak lagi dalam menggunakannya. Baik Facebook, Twitter, YouTube, Instagram, Snapchat, atau lainnya sebaiknya hanya digunakan untuk hal-hal positif saja. Misalnya, untuk lahan promosi bisnis atau melakukan kampanye positif.

Jika digunakan di luar itu, bukan tidak mungkin jika berbagai platform media sosial itu malah akan menyebabkan masalah pada kesehatan mental Anda. Bukankah Anda tidak ingin dihantui dan dikuasai oleh media sosial seperti Instagram dalam menjalankan kehidupan sehari-hari?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here