Insentif Belum Juga Cair, Sejumlah Nakes Pilih Resign

96
Kemenkes - Haji
Jemaah haji yang menjalani perawatan di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah.

Jakarta, Muslim Obsession – sejumlah tenaga kesehatan (nakes) banyak memilih untuk resign (mengundurkan diri) dari pekerjaan di tengah lonjakan kasus Covid-19. Mereka mundur karena beban kerja dianggap berat, serta insentif penanganan pandemi yang dijanjikan pemerintah belum cair.

“Gaji yang diterima mereka dari rumah sakit sekarang ini kan tidak sesuai dengan beban kerjanya. Sementara insentif dari pemerintah tidak cair. Ya mereka akhirnya lebih memilih resign,” kata Ketua Dokter Indonesia Bersatu, Eva Sri Diana Chaniago, Kamis (15/7/2021).

Eva mengatakan, gaji yang dibayarkan RS untuk nakes karyawan tergolong kecil. Bahkan, para nakes yang berstatus relawan sama sekali tak digaji oleh rumah sakit. Karena itu, pemerintah menurutnya perlu segera memberika insentif bagi nakes.

Pemerintah sudah menetapkan besaran insentif berbeda-beda untuk tiap kategori nakes, mulai dari Rp 5-15 juta per bulan. “Tapi pembayaran insentif ini sangat telat sekali. Insentif dari bulan November tahun lalu baru cair bulan ini,” kata dia.

Sementara itu, beban kerja nakes sangat berat karena pasien Covid-19 terus berdatangan ke rumah sakit. Banyak nakes yang akhirnya jatuh sakit dan ikut tertular Covid-19. Bahkan para nakes itu juga ikut menularkan virus ke keluarganya di rumah.

Dalam kondisi seperti ini, Eva menilai wajar banyak nakes yang akhirnya menyerah.

“Ada yang resign bilangnya mendingan dagang, ada yang mau sekolah lagi, ada juga yang dilarang oleh suami,” kata dokter spesialis paru-paru itu.

Eva khawatir RS akan makin kolaps karena jumlah nakes terus berkurang di tengah lonjakan kasus Covid-19. Ia mengatakan, pemerintah bisa saja menambah ruang perawatan atau isolasi sebanyak mungkin.

Namun, itu akan menjadi sia-sia jika tak ada tenaga kesehatan yang menangani pasien. Karena itu, ia berpesan kepada pemerintah agar jangan sampai ada keterlambatan pembayaran insentif bagi nakes.

Eva juga berpesan agar pemerintah segera membayar utangnya ke rumah sakit. “Jangan sampai rumah sakit juga tidak sanggup bayar nakes karena duitnya diutangin Kemenkes dan belum dibayar,” ujar dia. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here