Innalillahi, Ulama Betawi Ahli Hadits KH. Lutfi Fathullah Berpulang

133

Jakarta, Muslim ObsessionInnalillahi wa inna ilaihi raji’un, Ketua Baznas (Bazis) DKI Jakarta Dr. KH. Ahmad Lutfi Fathullah, MA meninggal dunia pada Ahad (11/7/2021) pukul 18.22 WIB di RSUD Pasar Minggu, Jakarta.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Telah berpulang ke Rahmatullah, Guru kami Dr. KH. A. Lutfi Fathullah M.A. bin H. Fathullah Mughni bin KH. Abdul Mughni Di RSUD Pasar Minggu ba’da Maghrib, Ahad, 11 Juli 2021/2 Dzulhijjah 1442H. Kami dari segenap keluarga besar dan Yayasan KH. Abdul Mughni, mohon do’a, keikhlasan dan dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya. Semoga amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT. Al-Fatihah,” demikian bunyi kabar yang beredar.

Kabar duka ini turut dikonfirmasi oleh Ustadz Yusuf Mansur (UYM) melalui video yang diunggah di IGTV-nya. “Innalillahi wainna ilaihi rajiun. Insyaallah beliau kini telah bertemu dengan Allah dan Rasul-Nya, sebagaimana yang telah beliau dambakan selama ini,” ujar UYM.

BACA JUGA: Innalillahi, Ulama Kharismatik KH. Abdul Rasyid Abdullah Syafi’i Wafat

UYM turut mengenang pengajaran yang diberikan KH Lutfi kepadanya. Ia bercerita, saat mengajarkan satu hadits Nabi, KH Lutfi selalu berpesan untuk dihafal agar Nabi Muhammad senang saat waktu perjumpaan tiba.

“Nanti pas ketemu Nabi, kita bisa bercerita bahwa saat di dunia kita tak hanya baca Al-Quran tapi juga baca hadits,” tutur UYM sambil menangis menirukan pesan KH Lutfi.

Sebagai Ketua Baznas (Bazis) DKI Jakarta, kontribusi Kiai Lutfi sudah tidak diragukan lagi. Di bawah kepemimpinannya, Baznas DKI Jakarta berhasil mengumpulkan dan mendistribusikan hampir Rp 200 milyar.

“Itu karena pengaruh beliau dan jaringan beliau sehingga banyak yang bisa dibantu bekerja sama dengan Gubernur,” kata Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI, Noor Achmad, mengutip Republika.

Ahli Hadits Penerus Ulama Betawi

Selama ini Kiai Lutfi dikenal luas sebagai ulama ahli hadits yang terkemuka. Kontribusinya bagi perkembangan ilmu hadits di Tanah Air sangat terasa. Utamanya dalam kajian hadits Indonesia melalui Aplikasi Perpustakaan Islam Digital.

Karya-karya beliau dinilai unik, menarik dan berbeda dengan masa-masa sebelumnya menjadi daya tarik tersendiri di era digital sekarang ini.

Pasalnya, Kiai Lutfi mengembangkan ilmu hadits dengan memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana untuk mempermudah orang lain mempelajari hadits yaitu dengan membuat aplikasi-aplikasi komputer dan juga smartphone.

Kiai Lutfi merupakan generasi penerus Guru Mughni, ulama besar asli Betawi ternama di akhir era 1800 dan awal 1900-an. Beliau adalah seorang muballigh yang semangat dalam menyiarkan ajaran Islam. Berdakwah, meneruskan tugas Rasulullah SAW sudah menjadi kewajiban untuk dirinya, karena beliau memiliki modal keilmuan agama yang cukup luas.

Kegiatan dakwah yang dilakukan Kiai Lutfi cukup dikenal masyarakat dan terbilang sukses, dimana selama hidupnya beliau mengamalkan ilmu yang diperolehnya dengan mengisi kajian di TV, radio, beberapa universitas dan majlis taklim.

Dalam menyebarkan ajaran Islam, beliau menerapkan praktik dakwah dengan berbagai pendekatan, metode, dan media yang modern. Karenanya dalam dakwah haruslah dibutuhkan kontribusi pemikiran yang tepat, cara yang stategis, agar aktivitas dakwah Islam dapat tetap berjalan kapan dan di manapun.

Allahummaghfirlahu warhamhu wa’aafihi wa’fu ‘anhu. Aamiin. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here