Innalillahi, 85.000 Anak di Yaman Diduga Meninggal Akibat Kelaparan

922
5 Juta Anak-anak Yaman menangis kelaparan (Foto: ACT)

Yaman, Muslim Obsession – Lembaga Hak Asasi Manusia, Save the Children Federation mengumumkan analisis terbaru.

Mereka menduga ada 85.000 anak di bawah lima tahun telah meninggal dunia karena kelaparan atau penyakit ekstrim sejak perang di Yaman meningkat.

Dengan menggunakan data yang dihimpun oleh PBB, Save the Children melalui siaran pers, Kamis (22/11/2018) mengevaluasi angka kematian untuk kasus Malnutrisi Tertentu yang Tidak Terawat (SAM) pada anak di bawah lima tahun.

Dengan menggunakan perkiraan konservatif, lembaga bantuan kemanusiaan menemukan bahwa sekitar 84.701 anak-anak dengan SAM mungkin telah meninggal antara April 2015 dan Oktober 2018.

Setelah hampir empat tahun sejak konflik brutal di Yaman meningkat, PBB mengatakan bahwa hingga 14 juta orang berada dalam risiko kelaparan. Angka itu telah meningkat secara dramatis sejak koalisi Saudi dan yang dipimpin oleh Emirat menetapkan blokade Yaman selama sebulan penuh hanya dalam waktu satu tahun.

Sejak itu, impor komersial makanan melalui pelabuhan Hodeidah telah berkurang lebih dari 55.000 metrik ton per bulan. Jumlah itu hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan 4,4 juta orang, termasuk 2,2 juta anak-anak. Dari setiap penurunan impor lebih lanjut kemungkinan bisa mengarah langsung ke kelaparan.

“Kami merasa ngeri bahwa sekitar 85.000 anak di Yaman mungkin telah mati karena kelaparan ekstrim sejak perang dimulai,” kata Tamer Kirolos, Direktur Save the Children di Yaman.

Anak-anak yang mati akibat kelaparan, imbuh Tamer sangat menderita ketika fungsi organ vital mereka melambat dan akhirnya berhenti. Sistem kekebalan tubuh mereka sangat lemah sehingga mereka lebih rentan terhadap infeksi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here