Inisial ‘M’ Mengarah ke Ma’ruf Amin?

866

Coba menapaktilasi sang buyut, pengasuh Pondok Pesantren An-Nawawi, Desa Tanara, Tirtayasa, Serang, Banten, ini pun dikenal sebagai ulama yang produktif menelurkan karya, satu di antaranya yang terkenal adalah “Fatwa dalam Sistem Hukum Islam”. Buku tersebut menjadi sumber rujukan sekaligus landasan teori dan alat untuk membaca lebih lengkap fatwa-fatwa yang dihasilkan MUI.

Pendidikan Kiai Ma’ruf diawali di Pondok Pesantren Tebu Ireng, Ma`ruf mulai dari jenjang dasar, Madrasah Ibtidaiyah. Ia nyantri di Jombang pada KH. Abdul Kholiq Hasyim (1916-1965), putra keenam KH. Hasyim As`ari.

Sepulang Dari Tebu Ireng, Ma`ruf Amin pernah masuk SMA Muhamadiyyah di Jakarta. Ia ingin belajar pengetahuan umum. Tapi akhirnya tidak diselesaikan. Ia kemudian mondok lagi ke beberapa pesantren di Banten. Dalam waktu singkat-singkat. Antara lain, Pesantren Caringin, Labuan, Pesantren Petir, Serang, dan Pesantren Pelamunan, Serang. Kiai Ma’ruf kemudian kuliah di Fakultas Ushuludin, Universitas Ibnu Choldun, Jakarta.

Pengakuan atas keilmuan Kiai Ma’ruf semakin lengkap saat mantan anggota DPR/MPR RI dari Fraksi PKB ini mendapatkan gelar profesor dari Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Magribi, Malang, pada 2017. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here