Inilah 7 Sahabat yang Memandikan Jenazah Rasulullah

1974

Jakarta, Muslim Obsession – Rasulullah wafat pada hari Selasa, 12 Rabiul Awal 11 H. Wafatnya rasul menandai berakhirnya perjuangan nabi dalam menyampaikan ajaran Islam. Meski terjadi begitu lama. Namun kisah wafatnya Nabi Muhammad Saw masih kerap menarik diceritakan.

Karena dari sanalah mulai babak baru umat Islam berkembang tanpa Nabi Muhammad Saw. Bahkan saat wafat, sudah mulai terjadi perbedaan pendapat antara memilih pemimpin (khilafah) baru atau mengurus dan menguburkan jenazah nabi.

Nabi Muhammad Saw, dilansir dari Sejarah Hidup Muhammad karya Syaikh Shafiyyur Rahman Al-Mubarakfury, wafat pada usia 63 tahun lebih 4 hari,tepatnya 12 Rabiul Awal 11 H.

Rasul wafat Senin pagi jelang waktu dhuha mulai memanas. Jasad beliau masih terbujur di tempat tidur dengan ditutupi kain hitam. Suasana duka. Pintu rumah ditutup oleh keluarga nabi.

Pada hari Selasa, jenazah rasul dimandikan. Keluarga dan sahabat yang memandikan adalah:

1. Al-Abas
2. Ali bin Abu Thalib (Keponakan sekaligus Menantu)
3. Al-Fadlal (Putra Al-Abas)
4. Qatsam (Putra Al-Abas)
5. Syaqran (Mantan budak rasul)
6. Usamah bin Zaid (Panglima Perang)
7. Aus bin Khauli

Tugas mereka mengurus jenazah rasul dalam hal memangku jenazah, mengguyurkan air, memberbersihkan jasad nabi, dan mengkafani jenazah rasul dengan tiga lembar kain putih dari bahan katun.

Setelah itu, keluarga dan sahabat bergiliran melaksanakan salat jenazah untuk nabi. Selasa malam, jenazah rasul dimakamkan di tempat tinggalnya, Madinah, 13 Rabiul Awal 11 H. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here