Ini yang Perlu Diketahui Jika Ingin Shalat Tahajud di Bulan Ramadhan

252

Jakarta, Muslim Obsession – Bulan Ramadhan menjadi bulan kebaikan, sekaligus bulan amal, dan ampunan. Karena itu sangat disarankan bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah dan amalan-amalan, sebagai upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Beberapa amalan ibadah yang bisa dilakukan adalah shalat tahajud. Shalat tahajud merupakan salah satu shalat yang termasuk dalam shalat malam. Shalat malam sendiri, ada banyak macamnya, di antaranya adalah tarawih (bulan Ramadhan), hajat, dan witir.

Mungkin sebagai orang masih ada yang bertanya, bagaimana hukumnya melaksanakan shalat tahajud di bulan Ramadhan. Pertama dasar ibadah shalat tahajud dijelaskan di dalam Alquran, yaitu pada surat Al-Isra ayat 79.

وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَّكَ عَسَىٰ أَن يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُودًا

Artinya : “Pada sebagian malam, hendaklah kau bertahajud sebagai tambahan bagimu. Semoga Tuhanmu mengangkatmu ke derajat terpuji”

Shalat Tahajjud di Bulan Ramadhan
Melaksanakan shalat tahajjud di bulan Ramadhan ini, sejatinya masih bisa dilakukan. Namun, ada satu hal yang harus diketahui, agar dalam pelaksanaanya sesuai dengan ketentuan Al-Quran dan Hadits.

Nabi Muhammad Saw pernah bersabda tentang bagaimana rangkaian shalat tahajud.

عَنْ طَلْقِ بْنِ عَلِيٍّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ يَقُوْلُ: لاَ وِتْرَانِ فِي لَيْلَةٍ

Artinya : ”Dari Thalq bin Ali, “Saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Tidak ada dua witir dalam semalam.” (Diriwayatkan oleh Ahmad dalam al-Muntaqa: 531 dan 536, Subulus Salam: 523, dan Nailul Authar: 47 dan 54, al-Mughni: 788 dan 792).

Sementara itu aturanya, baik shalat tarawih dan tahajud, harus ditutup dengan shalat witir tiga rakaat, maka dengan adanya hadits Rasulullah tersebut, umat muslim diberikan kebebasan untuk memilih apakah mau melaksanakan witir sesudah tarawih atau melaksanakan witir sesudah tahajud.

Untuk diketahui, shalat witir sendiri merupakan shalat sunnah yang gunanya sebagai penutup sholat malam. Dan Rasulullah Saw kembali mengatakan tentang yang mana yang afdhol dari dua plihan di atas sebagai pilihan yang diutamakan yang juga diriwatkan oleh Imam Muslim.

“Siapa yang khawatir tidak dapat bangun pada akhir malam, hendaklah dia sholat witir pada permulaan malam, dan siapa yang ingin bangun pada akhir malam, hendaklah dia witir pada akhir malam, karena sesungguhnya sholat akhir malam itu disaksikan (malaikat) dan lebih utama,” (H.R. Muslim).
(Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here