Ini Manfaat Siwak untuk Kesehatan Gigi

520
Seorang pembeli memilih batang pohon Siwak (Salvadora Persica) di pasar Bab Makkah, Jeddah, Arab Saudi (Foto: Republika)

Jakarta, Muslim Obsession – Kesehatan gigi dan mulut saat menjalankan ibadah puasa penting diperhatikan. Apalagi untuk mereka yang memiliki masalah gigi berlubang dan berkarang. Kebersihan saat membersihkan gigi harus dilakukan dengan bersih agar terhindar dari bau mulut yang tidak sedap.

Ketua Umum Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT), Syifa Fauzia mengatakan alangkah lebih baik bila bahan dan kandungan yang digunakan saat membersihkan gigi sebisa mungkin mengikuti ajaran Nabi Muhammad Saw., seperti siwak.

“Siwak salah satu bahan alami yang dipercaya sejak lama untuk mengatasi masalah kesehatan gigi dan mulut. Tanaman dengan batang bengkok berbau khas ini efektif dalam menghilangkan endapan plak dan menjaga kebersihan mulut,” tutur Syifa, Ahad (20/5/2018).

Siwak sendiri berasal dari tanaman yang disebut salvadore persica yang tumbuh di sekitar Makkah dan di Timur Tengah.

Dengan adanya beberapa hadits menyebutkan manfaat siwak dalam menjaga kebersihan mulut. Karena itu, siwak telah digunakan secara luas di kalangan umat Islam sejak Nabi Muhammad Saw, seperti dalam Hadits Riwayat Bukhari. “Dari Hudzaifah ibnul Yaman Radhiyallahu ‘anhu, dia pun berkata: Adalah Rasulullah jika bangun dari malam dia mencuci menggosok mulutnya dengan siwak.

“Sampai saat ini, siwak sangat dianjurkan dalam program kesehatan gigi preventif di negara-negara Muslim,” katanya.

Selain itu, anjuran menggunakan siwak juga tertulis juga dalam Hadits shahih riwayat Ahmad yang berkata bahwa siwak merupakan kebersihan bagi mulut dan keridhaan bagi Rabb.

Lanjut Syifa, bersiwak adalah salah satu sunnah Nabi yang keutamaan dan dorongan untuk melakukannya terdapat dalam beberapa hadits yang banyak jumlahnya. Adapun penjelasan beberapa hadits tersebut mencakup setiap alat yang bisa digunakan untuk membersihkan gigi, jika memang dengan alat tersebut tercapai tujuan kebersihan gigi dan dilakukan dengan niat melaksanakan sunnah siwak.

Senada dengan Syifa, Dosen Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Indonesia drg. Nada Ismah, Sp.Ort, menjelaskan penggunaan siwak sejak jaman dahulu memiliki alasan yang tepat.

“Di dalam siwak terdapat 19 zat alami, seperti fluor, sulfur, anitiseptic Astringent, chlorin, essenial oils, dan lain- lain. Kandungan ini sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan gigi dan mencegah berbagai masalah gigi serta mulut,” paparnya.

Bahkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), telah merekomendasikan siwak sebagai alat pembersih gigi  dan mulut yang alami.

Di banyak negara, siwak pun telah lama digunakan sebagai tradisi turun temurun. Seperti di Jepang mengunyah siwak dikenal dengan koyoji, gesam di Hebrew, gisa di Aramaic dan mastic di negara- negara lain. Penggunaan siwak ini membuktikan bahwa kayu siwak aman digunakan.

Penelitian menyebutkan siwak mengandung sejumlah antiseptik alami yang membunuh mikro organisme berbahaya di mulut, asam cokelat yang melindungi gusi dari penyakit, mencegah gigi berlubang, berwarna dan membusuk, serta minyak aromatik yang meningkatkan air liur.

“Karenanya, siwak sangat baik juga digunakan saat kita memasuki bulan puasa, dimana tidak adanya aktivitas mengunyah selama 12 jam lebih sehingga air liurpun ikut berkurang,” ujarnya.

Namun sayangnya, dari sekian banyaknya manfaat siwak, masyarakat modern kini tidak lagi menggunakannya. Ketidakpraktisan serta kesulitan memperoleh siwak menjadi alasan.

“Tapi sekarang sudah banyak kayu Siwak yang bisa diubah menjadi bubuk atau pasta pendamping pembersihan gigi dan banyak dijual di apotek atau swalayan,” pungkasnya. (Bal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here