Ini Kualitas Tidur yang Baik Selama Ramadhan

456
Waktu tidur yang baik selama Ramadhan (Photo: Ilustrasi/Istimewa)

Muslim Obsession – Menjaga siklus tidur yang sehat selama Ramadhan sangat penting, karena sebagian besar umat Muslim tetap terjaga hingga larut malam dan bangun lebih awal untuk makan sahur.

Di bulan Ramadhan, umat Muslim akan banyak mengalami perubahan yang signifikan pada rutinitas mereka. Mulai dari mengubah asupan makanan, meningkatkan kualitas ibadah, bangun sebelum jam 4 pagi untuk makan sahur dan banyak lagi.

Mengingat pentingnya tidur untuk tubuh dan pikiran yang sehat, para dokter sangat tidak menyarankan untuk begadang dan kurang tidur.

Menurut Dr Vishal Pawar, spesialis saraf di Aster Speciality Clinic, kurang tidur tidak hanya mempengaruhi perasaan kita. Tetapi juga memiliki konsekuensi kesehatan jangka panjang yang menguras kemampuan mental serta kesehatan fisik.

“Kurang tidur yang cukup menyebabkan gangguan memori dan gangguan perhatian, memperburuk kecemasan dan depresi. Kurang tidur juga mengganggu aktivitas dan menyebabkan gangguan ingatan,” katanya, seperti dikutip dari Gulf News, Senin (21/5/2018).

Meski Ramadhan, para ahli mengatakan bahwa otak orang dewasa tetap membutuhkan antara tujuh hingga sembilan jam tidur dari setiap siklus 24 jam yang mereka lewati.

“Kita tidak perlu tidur sepanjang waktu sekaligus untuk memenuhi jam tidur yang baik. Namun kita dapat membagi waktu tidur kita selama Ramadhan,” katanya.

Waktu tidur yang paling direkomendasikan selama Ramadhan adalah waktu setelah shalat Tarawih hingga menjelang sahur. Meskipun hanya tiga sampai empat jam.

“Karena pada periode itu adalah periode optimal untuk tidur. Saat sekresi Melatonin berada pada titik tertinggi dan paling menyehatkan. Kemudian dianjurkan untuk tidur siang yang cukup untuk memenuhi kebutuhan fisik Anda,” terang Dr Ebrahim.

Tidur siang yang berkualitas, menurut dokter adalah sekitar 20-30 menit. Itu dianggap cukup membantu meningkatkan suasana hati, kewaspadaan dan kinerja.

Lalu, apa ukuran seseorang sudah cukup tidur atau sebaliknya? Ukuran yang paling sederhana ialah tergantung bagaimana perasaan kita ketika bangun tidur.

“Jika Anda merasa segar, maka Anda sudah cukup tidur. Namun, jika Anda merasa lelah, lesu dan mengantuk maka Anda perlu lebih banyak tidur,” katanya.

Selain itu, ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan umat Muslim saat Ramadhan. Di antaranya ialah tidur setelah makan makanan berat tanpa memberi jeda waktu. Minum banyak kopi dan tidur siang yang terlalu lama.

Lebih lanjut, dokter menyarankan agar umat Muslim membuat jadwal seimbang selama Ramadhan. Seperti jadwal tidur, berolahraga, tidak terkecuali jadwal beribadah.

Saat tidur, pastikan lingkungan tidur kita tenang dan gelap untuk mendapatkan kualitas tidur yang nyenyak.  Para dokter tidak menyarankan untuk mengkonsumsi makanan berat, kaya kalori dan kaya gula saat berbuka. Karena hal itu dapat mempengaruhi kualitas tidur kita.

“Hindari makanan yang sangat pedas dan makanan yang digoreng. Hindari kopi dan produk yang mengandung kafein, karena ada stimulan dan dapat mengganggu tidur. Hindari juga makanan olahan, terlalu asin, dan makanan yang tinggi sodium. Karena akan menyebabkan dehidrasi,” kata Dr Hady Jerdak, spesialis penyakit dalam dan gangguan tidur. (Vina)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here