Ini Janji PBB untuk Perempuan di Dunia

630
Ilustrasi International Womens Day (Photo: Istimewa)

Jakarta, Muslim Obsession – Tepat pada peringatan Hari Perempuan Sedunia, PBB merilis sejumlah target tahun 2030 mendatang untuk seluruh perempuan di dunia.

PBB memastikan, semua anak perempuan dan anak laki-laki harus menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah secara gratis, adil dan berkualitas. Serta mengarah pada hasil pembelajaran yang relevan.

“Pada tahun 2030, PBB juga akan memastikan semua anak perempuan dan anak laki-laki memiliki akses terhadap pengembangan, perawatan dan pendidikan awal usia dini yang berkualitas sehingga mereka siap untuk mendapatkan pendidikan dasar,” rilis PBB, Kamis (8/3/2018).

PBB juga berjanji akan mengakhiri semua bentuk diskriminasi terhadap wanita dan anak perempuan di seluruh dunia.

“Menghilangkan segala bentuk kekerasan terhadap semua perempuan dan anak perempuan di lingkungan publik atau swasta. Termasuk perdagangan manusia dan jenis eksploitasi seksual lainnya. Menghilangkan semua praktik berbahaya, seperti perkawinan anak-anak atau perkawinan dini dan praktik mutilasi alat kelamin perempuan,” kata PBB.

Tahun ini, Menurut PBB, Hari Perempuan Internasional hadir sebagai gerakan global yang belum pernah terjadi sebelumnya. Karena, berbagai peristiwa yang mencederai keadilan perempuan, maraknya pelecehan seksual, kekerasan dan diskriminasi terhadap perempuan telah menjadi berita utama dan wacana publik.

“Hari Perempuan Internasional 2018 adalah kesempatan untuk mengubah momentum ini menjadi sebuah tindakan. Untuk memberdayakan perempuan di semua lingkungan, pedesaan dan perkotaan. Juga merayakan para aktivis yang bekerja tanpa henti. Serta mengklaim hak perempuan dan menyadari potensi penuh mereka,” kata PBB.

Komisi PBB untuk Status Perempuan menuturkan, Hari Perempuan Internasional juga akan menarik perhatian terhadap hak dan aktivisme perempuan pedesaan. Di mana lebih dari seperempat populasi dunia atau 43 persen perempuan bekerja di bidang pertanian.

Bahkan, mereka turun langsung mengelola pertanian, mulai dari menanam benih dan memastikan ketahanan pangan dan iklim bagi masyarakat. Sayangnya, PBB menilai masih ada praktik diskriminasi yang berkembang.

“Perempuan pedesaan kondisinya lebih buruk daripada laki-laki atau perempuan perkotaan. Misalnya, kurang dari 20 persen pemilik lahan di seluruh dunia adalah perempuan. Sementara, kesenjangan gaji global antara laki-laki dan perempuan mencapai 23 persen. Apalagi di daerah pedesaan, jumlahnya bisa mencapai 40 persen,” tutur PBB.

Selain itu, mereka kekurangan infrastruktur dan layanan, pekerjaan yang layak dan perlindungan sosial. Mereka rentan diabaikan. Padahal, menurut PBB, perempuan di pedesaan dan organisasinya memiliki potensi juga peran penting.

“Mereka terus berusaha untuk mendapatkan hak dan kesejahteraan mereka. Banyak pretasi yang ditorehkan. Di antaranya metode pertanian mereka yang inovatif, hingga menghasilkan bisnis yang sukses,” tandas PBB.

Setiap tanggal 8 Maret, diperingati sebagai Hari Perempuan Internasional. Penetapan tanggal ini rupanya melalui proses yang panjang sejak lebih dari 100 tahun lalu.

Peringatan Hari Perempuan Nasional pertama kali dilakukan pada 28 Februari 1909 di New York, Amerika Serikat. Agenda ini diinisiasi oleh Partai Sosialis Amerika Serikat untuk memperingati setahun berlalunya demonstrasi kaum perempuan di New York pada 8 Maret 1908.

Pada hari ini PBB memanfaatkan momen perayaan Hari Perempuan Sedunia untuk sebuah tindakan nyata. PBB berjanji akan mengubah kehidupan perempuan di mana pun berada.

“Dan sekarang adalah waktunya,” pungkas PBB. (Vina)

Baca Juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here