Ini Cara Membaca Al-Quran dengan Fasih Menurut Gus Baha

1211
KH. Bahaudin Nur Salim atau biasa disapa Gus Baha.
KH. Bahauddin Nur Salim atau Gus Baha.

Rembang, Muslim Obsession – KH. Bahauddin Nur Salim atau yang biasa disapa Gus Baha, memberikan tips bagaimana cara agar dapat membaca Al-Quran secara baik, tartil, dan fasih.

Untuk mencapai semua itu, menurut Gus Baha, mesti ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh pembaca Al-Quran sehingga dapat membacanya secara fasih.

“Cobalah Al-Quran itu dibaca secara fasih. Kalau ingin secara fasih caranya bagaimana? Kamu harus belajar balaghah, belajar lisanul Arab, belajar mantiq, dan belajar logika,” kata Gus Baha, seperti dikutip dari NU, Selasa (5/11/2019).

Kiai murid dari almaghfurlah KH Maimoen Zubair ini melanjutkan, jika logika dari orang tersebut belum atau tidak sampai, langkah yang bisa ditempuh adalah dengan mencari mukhal atau kebalikannya. Ini adalah cara dari Syekh Said Ramadhan Al-Buthi dan para ulama Ushul Fiqih.

“Kalau logika itu tidak sampai, cari mukhal-nya. Ini fatwa Syekh Said Ramadhan Al-Buthi dan para ulama ushul fiqih. Saya ulangi lagi ya, kalau logika kamu tidak sampai, maka cari sisi mukhal-nya,” sambungnya.

Gus Baha memberikan permisalan dengan mengangan-angankan ada siapa sebelum Allah itu.

“Misalnya, kamu mengangan-angan sebelum Allah itu siapa? Sama agama itu tentu dilarang, lalu hentikan pencarian itu. Sesuatu yang maujud itu tentu tidak mungkin disebabkan oleh sesuatu yang tidak ada. Namanya sesuatu yang tidak ada pasti tidak berstatus sebagai pencipta, wong namanya saja tidak ada,” ungkapnya.

“Akhirnya alam ini harus didahului oleh sesuatu yang maujud, kemudian oleh Islam, maujud ini disebut dengan Allah Ta’ala,” tambahnya.

Ia menceritakan bukti bahwa Al-Quran itu bisa diterima oleh siapa pun dengan bukti bahwa Sahabat Umar yang langsung bisa memahami isi dari Al-Quran, padahal beliau tidak pernah mondok dan mengaji tafsir sebelumnya.

“Kita tahu Umar masuk Islam itu sebelum mondok atau setelah mondok? Sebelum mondok, ndak pernah beliau ngaji tafsir, ndak pernah mondok. Tapi beliau dengar Al-Quran itu paham. Karena logika yang diutarakan oleh Al-Quran itu logika yang sesuai fitrah salimah, sesuai dengan akal yang sehat,” pungkasnya. (Way)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here