Ini Alasan Muslimah Sebaiknya Pakai Kosmetika Halal

647
Kosmetika Halal - ilustrasi
Kosmetika Halal (ilustrasi)

Dalam pemaparannya, Muti membahas bagaimana urgensi sertifikasi halal bagi industri kosmetika. Di mana halal menjadi kebutuhan dasar konsumen muslim.

Menurut data yang dilansir dari The World Fact Book, Juli 2016, populasi penduduk dunia mencapai 7.323.187.457, lebih dari 2,06 milyar adalah muslim, atau sekitar 28,26% (muslimpopulation.com, 2017).

Melansir Halal MUI, Jumat (12/10/2018) di Indonesia sendiri muslim mencapai 90% dari total 250 juta penduduk. Sehingga permintaan pasar pada produk halal sangat besar.

“Selain itu, kosmetika penting untuk disertifikasi halal. Karena alasan-alasan bahwa bahan baku bisa berasal dari yang haram atau najis. Sedangkan, beberapa produk kosmetik dapat diserap oleh tubuh melalui pori-pori dan bisa dimakan atau tertelan secara tidak sengaja serta bahan tahan air dari pemurnian,” lanjut Muti.

Sementara itu, Kepala Riset dan Pengembangan LPPOM MUI, Prof. Dr. Purwantiningsih, MS.,  mengatakan perlunya mewaspadai asal bahan baku kosmetika. Karena bisa berasal dari hewan, tumbuhan, produk mikrobial, maupun dari organ tubuh manusia. Harus dapat dipastikan bahan terbebas dari unsur haram dan najis.

“Oleh karenanya, selain asal bahan, kosmetika perlu diperhatikan pula titik kritis lainnya, di antaranya sumber alat aplikasi kosmetika (kuas untuk memerahkan pipi, lipstik, bedak dan lainnya) serta fasilitas produksi,” tambah Purwantiningsih. (Vina)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here