Indonesia Potensial Jadi Produsen dan Eksportir Produk Halal Terbesar

38
Wakil Presiden Ma'ruf Amin.

Jakarta, Muslim Obsession – Wakil Presiden Ma’ruf Amin menilai Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi produsen dan eksportir produk halal terbesar di dunia. Wapres pun mendorong peningkatan kinerja ekspor produk halal Indonesia ke luar negeri, khususnya ke negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

Demikian diungkapkan Wapres saat meresmikan Pembukaan Indonesia Industrial Moslem Exhibition (II-Motion) 2021 secara virtual, Kamis (3/6/2021).

“Indonesia harus lebih gigih berusaha menguasai pasar halal dunia khususnya negara-negara OKI,” kata Wapres saat meresmikan Pembukaan Indonesia Industrial Moslem Exhibition (II-Motion) 2021 secara virtual, Kamis (3/6).

Berdasarkan data World Population Review, saat ini populasi umat muslim dunia mencapai 1,9 miliar jiwa, dimana Indonesia menjadi negara muslim terbesar dengan populasi 229 juta jiwa. Angka tersebut merupakan 87,2 persen dari populasi penduduk Indonesia yang berjumlah 276,3 juta jiwa, atau 12,7 persen dari populasi muslim dunia.

Wapres mengungkapkan, dari data OIC Economic Outlook 2020, Indonesia menjadi eksportir terbesar kelima, di antara negara-negara anggota OKI, dengan proporsi 9,3 persen. Persentase Indonesia masih di bawah Arab Saudi di posisi pertama dengan 14,5 persen, Malaysia 13,3 persen, Uni Emirat Arab 12,3 persen, dan Turki 10,1 persen.

Indonesia juga merupakan importir terbesar keempat dengan proporsi 8,4 persen dibawah Uni Emirat Arab 12,2 persen, Turki 12,1 persen dan Malaysia 11,8 persen. Karena itu, butuh upaya lebih gigih agar Indonesia bisa menjadi produsen dan eksportir produk halal terbesar di dunia.

“Diperlukan langkah yang strategis untuk mewujudkan Indonesia sebagai pengekspor produk halal global. Di antaranya, pertama dengan pengembangan riset halal dan meningkatkan substitusi impor. Kedua dengan mambangun kawasan-kawasan halal yang terintegrasi dengan fasilitas logistik halal,” ungkap Wapres.

Langkah strategis yang ketiga adalah dengan membangun sistem informasi halal termasuk mempercepat proses penyelesaian sertifikat halal. Dan keempat, dengan meningkatkan kontribusi produsen-produsen produk halal, baik skala mikro, menengah, dan besar untuk ekspor produk halal ke seluruh dunia (Global Halal Value Chain).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here