Indonesia Masuk 10 Negara Dermawan di Dunia, Ini Kata LazisMu

118

Muslim Obsession – Indonesia masuk daftar 10 negara dermawan di dunia menurut laporan World Giving Index (WGI) edisi 10. Menurut Hilman Latief, hal ini sebagai modal yang kuat kebangkitan Indonesia.

Ketua LazisMu Pusat ini menjelaskan, Indonesia sebagai negara dengan potensi bencana yang tinggi memaintenance masyarakat untuk saling berkontribusi. Selain itu, indek tersebut didukung juga oleh tradisi gotong-royong dan konsep-konsep kedermawanan dalam agama.

“Kita harus bersyukur, tapi memasuki masa pandemi ini tantangannya juga semakin berat, karena itu konteks filantropi atau kedermawanan itu harus kita definiskan lagi,” ungkap Hilman pada (30/4) dalam Kajian Ramadan Sehat dan Aman.

Definisi ulang tersebut dimaksudkan supaya kedermawanan tidak hanya ditafsirkan hanya dalam bentuk materi atau fisik saja.

Menurut Hilman, selain kedermawanan dalam bentuk materi, orang juga bisa menunjukkan kedermawanannya dengan cara ikut terlibat dalam menyelesaikan persoalan.

Terkait dengan SDG’s (Sustainable Development Goals) sebagai tujuan yang ingin dicapai oleh LazisMu, Hilman menjelaskan, SDG’s sebagai tujuan yang bisa diukur karena sudah ada patokannya yang perlu dirujuk. Tetapi dalam pelaksanaan, LazisMu harus tetap bisa memformulasikan supaya melibatkan orang lebih banyak.

“Mereka bisa jadi tidak menyumbang uang, tapi mereka punya banyak tenaga, punya banyak waktu dan dedikasi. Mereka menjadi volunteer aktif. Saling mendorong, saling membantu,” imbuhnya.

Menurutnya, semangat anak muda tersebut harus difasilitasi sebagai usaha mentradisikan semangat voluntarisme itu. Hal itu menjadi hal yang sangat penting dalam filantropi.

Voluntarisme sebagai perilaku yang kemudian menjadi tradisi, sehingga ini perlu langkah edukasi sejak dini. Karena itu LazisMu membuat program volunteer cilik.

“Ini sebetulnya untuk menguggah sifat dan rasa di kalangan pelajar dan anak-anak, dia peduli dengan yang lain. Rasa-rasa semacam itu harus diasah, termasuk juga dengan volunterisme dalam pengertian kegiatan aktif dalam suatu organisasi, ikut membantu menyukseskan kegiatan sosial-kemanusiaan dan lain-lain,” urai Hilman.

Semangat kedermawanan ini juga didukung oleh konsep-konsep yang ada di agama Islam, seperti ta’awun, takaful, dan lain-lain.

Baca Juga: Kisah 8 Dirham yang Menyentuh Hati, dan Bukti Dermawannya Rasulullah

Konsep itu menurut Hilman sudah saatnya diterjemahkan menjadi lebih sistematis, kontekstual, konseptual, dan lebih praktikel.

Sehingga generasi baru lebih paham dan nyaman, bahwa yang dilakukan punya justifikasi keislaman, sosial, kemanusiaan, dan mereka juga ingin mentradisikan itu.

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here