Indonesia Kecam Serangan Bom Kembar di Filipina

434
Tentara Filipina terus memburu kelompok Abu Sayyaf (Foto: Istimewa)

Jolo, Muslim Obsession – Indonesia mengecam serangan teror di Pulau Jolo, Filipina Selatan pada 27 Januari 2019 yang menyebabkan sejumlah korban jiwa dan luka-luka.

Indonesia menyampaikan simpati dan duka cita mendalam kepada korban dan keluarga korban serta kepada Pemerintah Filipina.

Konsulat Jenderal Indonesia di Davao City, Filipina Selatan terus memantau perkembangan situasi dan terus berkoordinasi dengan otoritas keamanan dan rumah sakit setempat.

Hingga saat ini tidak ada informasi mengenai WNI yang menjadi korban dalam insiden tersebut.

Indonesia berkeyakinan Pemerintah Filipina akan menemukan pelaku teror tersebut dan menghukum sesuai ketentuan yang berlaku. Pemerintah Indonesia siap untuk memberikan bantuan, apabila diperlukan.

 

Puluhan Tewas Akibat Ledakan Bom Kembar di Gereja Filipina

Sebanyak 20 orang tewas dan 80 lainnya terluka saat sebuah bom kembar meledak di sebuah gereja katedral di Pulau Jolo, Filipina pada Ahad (27/1/2019) waktu setempat.

Dua puluh orang tewas terdiri dari 15 warga dan 5 orang tentara. Sementara 80 korban terluka, 14 di antaranya tentara dan 2 orang polisi serta 65 warga.

Menurut pihak berwenang, bom pertama meledak di gereja kathedral. Tak lama kemudian bom kedua meledak tidak jauh dari lingkungan tersebut, tepat saat pihak berwenang sedang memberikan keterangan soal bom pertama.

Pulau Jolo sudah lama ditargetkan oleh eksistensi militer Abu Sayyaf. Kelompok ini masuk daftar tetap AS yang dikategorikan sebagai organisasi teroris, atas pengeboman, penculikan dan juga pemenggalan. (Vina)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here