Indonesia Ingin Jalin Partner dengan Negara Timur Tengah

484
Jokowi - BPKRMI
Presiden Joko Widodo memberikan sambutan pada silaturahim bersama Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) di Asrama Haji Pondok Gede, Pinang Ranti, Jakarta Timur, Rabu petang (25/4/2018). (Foto: Pujiyanto/Kemenag)

Jakarta, Muslim Obsession – Presiden Joko Widodo mengatakan jika saat ini Indonesia sedang berupaya meningkatkan hubungan dengan negara-negara Timur Tengah. Dalam beberapa waktu ke depan, tambah Presiden, diharapkan partner dalam berinvestasi berasal dari negara-negara tersebut.

“Terutama karena kita sudah lama kalau berpartner itu selalu dengan Jepang, dengan Amerika, dengan Eropa, dengan Cina, dengan Korea Selatan, yang banyak ke sana. Ini dalam 3,5 tahun ini kita ingin menggeser agar investasi partner itu masuk ke negara-negara yang ada di Timur Tengah,” kata Presiden saat memberikan sambutan dalam acara silaturahmi dengan Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI), di Asrama Haji Pondok Gede, Pinang Ranti, Jakarta Timur, Rabu (25/4/2018).

Presiden kemudian menjelaskan mengenai pertemuannya dengan pemimpin Saudi Arabia Raja Salman, Uni Emirat Arab Syekh Mohammed, Qatar Syekh Tamim, yang telah hadir membalas kunjungan diantaranya yaitu Sri Baginda Raja Salman dan Syekh Tamim hadir ke Indonesia.

“Sekarang hubungan kita dengan beliau-beliau ini semakin baik. Saat saya ke Saudi Arabia semuanya kaget, saya sendiri juga kaget, dan itu tidak lazim, saya dijemput di depan pintu pesawat. Memang sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia kita ini di-respect-i. Negara lain itu respect ke kita,” tambah Presiden, seperti diberitakan Setkab, Kamis (26/4/2018).

Karena negara-negara tersebut memiliki kekayaan minyak berlimpah, Presiden Jokowi menjajaki untuk menjalin hubungan bilateral agar mendapat peluang ekonomi yang bisa dikerjasamakan antara negara Timur Tengah dengan Indonesia.

Inilah hubungan-hubungan yang ingin dijalin, tambah Presiden, dengan negara-negara berpenduduk muslim yang banyak terutama Timur Tengah. Lanjut Presiden, kunjungan ke Cox’s Bazar untuk meninjau pengungsi Rohingya.

“Dan Indonesia, saya adalah Presiden pertama yang datang ke Cox’s Bazar. Apa yang ingin kita tunjukkan? Yang ingin kita tunjukkan adalah bahwa kita ini juga memiliki, ingin menjalin, tidak hanya ukhuwah islamiah, ukhuwah wathaniyah tapi juga ukhuwah basyariyah dengan Saudara-saudara kita yang ada di negara-negara lain,” kata Presiden.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden juga bercerita tentang kunjungan ke Kabul, Afghanistan yang dalam kondisi tingkat kewaspadaan tinggi sehingga perlu ekstra dalam penjagaan keamanan baik dengan panser maupun helikopter. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here