Indonesia Darurat Bencana, ACT Ajak Masyarakat Bergerak Bersama Selamatkan Bangsa

83
Presiden ACT Ibnu Khajar dalam peluncuran gerakan “Bergerak Bersama Selamatkan Bangsa” pada Senin (18/1/2021). (Foto: istimewa/ACT)

Jakarta, Muslim Obsession – Beragam bencana melanda sejumlah wilayah Indonesia di awal tahun 2021. Gempa bumi di Sulawesi Barat, banjir di Kalimantan Selatan, Manado, dan beberapa wilayah di Pulau Jawa, erupsi Gunung Semeru, serta ancaman wabah virus corona yang tak kunjung selesai.

Kondisi ini memberikan tekanan bagi masyarakat Indonesia, terlebih bagi mereka yang terdampak bencana di Mamuju, Majene, Kalsel, Semeru, Sumedang, dan wilayah lainnya.

Merespons kejadian tersebut, Aksi Cepat Tanggap (ACT) mengajak seluruh masyarakat untuk bahu-membahu membantu dengan memberikan solusi nyata.

ACT menginisiasi gerakan “Bergerak Bersama Selamatkan Bangsa” untuk mengajak seluruh elemen bangsa bergerak menyelamatkan saudara sebangsa yang sedang menghadapi ujian berupa bencana alam yang memakan korban jiwa serta menghacurkan banyak bangunan dan sendi-sendi kehidupan.

Baca juga: Dampak Pandemi Covid-19 Meluas, ACT Kembali Aktivasi Humanity Care Line

“Bangsa ini adalah bangsa yang kuat, salah satunya terlihat betapa banyaknya bencana yang terjadi hingga di awal tahun 2021 ini. Dari pandemi, jatuhnya pesawat Sriwijaya, banjir bandang hingga meletusnya gunung,” ujar Presiden ACT Ibnu Khajar dalam peluncuran gerakan “Bergerak Bersama Selamatkan Bangsa” pada Senin (18/1/2021).

Ibnu Khajar mengatakan, ACT beruntung bisa merespons beragam bencana tersebut dengan memberikan bantuan-bantuan atas dukungan relawan dan masyarakat.

“Kita bersyukur di usia 16 tahun ini, ACT terus mendapatkan dukungan dari berbagai relawan di 34 provinsi dan 324 kota/kabupaten yang bergabung dalam Masyarakat Relawan Indonesia dan lebih dari 60 kantor cabang ACT masih terus bersiaga. Saat ini, kami bersyukur semua relawan langsung sigap hadir ke lapangan dan melakukan rescue untuk para korban bencana,” ungkapnya.

“Bergerak Bersama Selamatkan Bangsa” merupakan tema turunan program dari “Bangkitkan Sejatinya Bangsa” yang dirilis beberapa waktu lalu, di mana sejatinya bangsa Indonesia adalah bangsa penggerak kebaikan, bangsa yang memiliki rakyat yang peduli, saling tolong menolong, dan membantu sesama.

Baca juga: Lewat “Bangkitkan Sejatinya Bangsa”, ACT Ajak Masyarakat Atasi Persoalan Bangsa

Dalam gerakan ini, ACT ingin mengingatkan kembali bahwa Indonesia adalah bangsa yang dermawan, tidak hanya untuk bangsanya sendiri namun juga membantu bangsa lain yang membutuhkan. Termasuk di antaranya ancaman kelaparan, kesehatan, kehilangan tempat tinggal, kehilangan pekerjaan, kesulitan pendidikan, dan berujung pada kemiskinan.

“Di tahap awal terjadinya bencana, kami pastikan semua tim hadir. Proses penguasaan teritorial wajib dilakukan untuk melihat seberapa besar dan luas bencana ini terjadi, seberapa banyak kerusakan dan korban yang terjadi, titik-titik pengungsian ada di mana saja,” kata Ibnu Khajar.

Berikutnya, ACT menyiapkan dan mengaktivasi semua posko-posko bantuan agar sampai langsung ke masyarakat-masyarakat yang membutuhkan.

“Insya Allah segera kami akan kirimkan semua bantuan dari kantor utama logistik kita dari Gunung Sindur ke daerah-daerah bencana, permulaan kami akan kirimkan 500 ton beras, bantuan pangan lainnya, dan bantuan medis. Kami ajak semua masyarakat untuk mendukung dan menyukseskan program-program kami. Salah satunya Kapal Kemanusiaan untuk Sulawesi Barat,” tambah Ibnu.

Baca juga: FOTO: ACT Luncurkan Pasarsedekah.com

Setelah bantuan-bantuan fase tanggap darurat ini, lanjutnya, pada 14 hari ke depan di bawah semangat Bangkitkan Sejatinya Bangsa, ACT akan menjadikan kantor pusat dan cabang sebagai pusat informasi bencana nasional.

Selama fase tanggap darurat hingga pemulihan nanti, ACT akan mengikhtiarkan pelepasan Kapal Kemanusiaan dengan bantuan 1.000 ton yang akan bergerak dari Jawa Timur dan DI Yogyakarta menuju Mamuju dan Majene, Sulawesi Barat. Tentu, tidak terlepas pula daerah-daerah lainnya yang membutuhkan bantuan darurat.

“Dalam gerakan kampanye kebencanaan ini, yang menjadi pembeda dengan kampanye kebencanaan tahun-tahun sebelumnya adalah kondisi pandemi Covid-19 menyebabkan program-program aksi tanggap darurat langsung bergandengan secara cepat dengan rencana aksi pemulihan.  Hal ini karena setiap pengungsi tidak dapat berlama-lama bertahan dalam tempat pengungsian sementara yang tidak terjaga protokol kesehatannya. Sehingga, diperlukan dukungan besar dan masif dari berbagai pemangku kepentingan,” jelasnya.

Di waktu yang sama, Senin (18/1/2021) pagi, ACT juga memberangkatkan armada-armada kemanusiaan dari Gunung Sindur ke Sulawesi Barat yang membawa bantuan kemanusiaan.

“Insya Allah kami memberangkatkan Humanity Rice Truck, Humanity Food Truck, armada rescue dan ada juga bantuan logistik yang akan diberangkatkan ke Majene dan Mamuju, Sulawesi Barat. Kami akan mengirimkan armada, sebanyak 10 truk. Total bantuan sebanyak 10 ton per armada. Mohon dukung kami dengan segala bantuan baik di bidang kebencanaan, kemiskinan, dan lainnya,” ajak Eka Setiawaty selaku Manajer Program ACT .

Hingga saat ini, sekitar 300.000 relawan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) terus bergerak untuk membantu para penyintas bencana dengan melakukan beragam aksi yang dibutuhkan.

Misalnya saja Search and Rescue (SAR), layanan medis, pendistribusian bantuan pangan untuk meringankan beban saudara terdampak bencana.

“Tentu aksi-aksi kami tidak dapat dilakukan sendirian. Kami butuh doa dan dukungan terbaikmu. Mari Bergerak Bersama Selamatkan Bangsa! Bantu para penyintas bencana dengan sedekah terbaikmu sekarang,” tandas Eka. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here