Indonesia dan 46 Negara Lainnya Dihapus dari Daftar Merah Perjalanan di Inggris

46

Muslim Obsession – Inggris akan membatalkan persyaratan karantina COVID-19 yang ketat untuk 47 negara mulai 11 Oktober 2021 dalam pelonggaran prosedur virus corona terbaru.

Jika sebuah destinasi masuk dalam daftar merah, pelancong dari destinasi tersebut harus dikarantina di hotel selama 10 hari setibanya di Inggris dan menjalani dua tes COVID-19 meski sudah divaksinasi lengkap.

Deretam 47 tujuan negara yang dihapus dari daftar merah adalah: Afghanistan, Angola, Argentina, Bolivia, Botswana, Brasil, Burundi, Tanjung Verde, Chili, Kongo, Kosta Rika, Kuba, Eritrea, Eswatini, Ethiopia, Guyana Prancis, Georgia, Guyana, Indonesia , Lesotho, Malawi, Mayotte, Meksiko, Mongolia, Montenegro, Mozambik, Myanmar, Namibia, Nepal, Paraguay, Filipina, Reunion, Rwanda, Seychelles, Sierra Leone, Somalia, Afrika Selatan, Sudan, Suriname, Tanzania, Thailand, Trinidad dan Tobago , Tunisia, Uganda, Uruguay, Zambia, dan Zimbabwe.

Daftar itu meninggalkan tujuh negara dalam daftar merah: Kolombia, Republik Dominika, Ekuador, Haiti, Panama, Peru, dan Venezuela.

Pelonggaran aturan lainnya termasuk memperlakukan pelancong yang memenuhi syarat yang divaksinasi di lebih dari 37 negara dan wilayah baru termasuk Brasil, Ghana, Hong Kong, India, Pakistan, Afrika Selatan, dan Turki, sama seperti mengembalikan penduduk Inggris yang divaksinasi lengkap, selama mereka belum mengunjungi negara atau wilayah daftar merah dalam 10 hari sebelum tiba di Inggris.

“Mulai akhir Oktober, penumpang yang divaksinasi penuh yang memenuhi syarat termasuk di bawah 18 tahun yang kembali dari negara dunia lainnya akan memiliki opsi untuk mengganti tes hari ke-2 mereka dengan tes aliran lateral yang lebih murah, diikuti dengan tes PCR gratis jika positif, mengurangi biaya tes. setibanya di Inggris,” kata pemerintah dalam sebuah pernyataan, dilansir Al Arabiya.

“Pemerintah juga dapat memastikan penumpang yang mengikuti tes pos akan dapat mengirim gambar tes aliran lateral mereka sebagai persyaratan minimum untuk memverifikasi hasil tes, dengan ambisi yang tersisa untuk menerapkannya bagi orang-orang yang kembali dari istirahat paruh waktu pada akhir bulan,” tambahnya.

Menteri Transportasi Grant Shapps mengatakan: “Memulihkan kepercayaan masyarakat dalam perjalanan adalah kunci untuk membangun kembali ekonomi kita dan meningkatkan negara ini. Dengan pembatasan yang lebih sedikit dan lebih banyak orang yang bepergian, kita semua dapat terus bergerak maju dengan aman bersama di sepanjang jalan menuju pemulihan.”

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here