Indonesia Akan Konkretkan Perdamaian dalam Pertemuan Ulama Afghanistan

229

Jakarta, Muslim Obsession – Indonesia berencana menggelar kembali pertemuan antar ulama Afghanistan, Pakistan, dan Indonesia sebagai bagian dari proses perdamaian.

Wakil Presiden Maruf Amin mengatakan target Indonesia dalam pertemuan kali ini adalah mendorong implementasi perdamaian yang sudah dirumuskan dalam Deklarasi Bogor.

“Kita akan dorong agar ada titik temu di antara perbedaan [mereka],” jelas Ma’ruf dalam wawancara eksklusif kepada Anadolu Agency, tanpa merinci lebih lanjut waktu pelaksanaan pertemuan tersebut.

Ma’ruf meminta agar para ulama Afghanistan memiliki ittifaq wathaniyah atau kesepakatan nasional sebagaimana dilakukan Indonesia di bawah Pancasila.

Menurut Ma’ruf, Indonesia memiliki tingkat kemajemukan lebih tinggi daripada Afghhanistan.

Di Indonesia ada enam agama dan 700 suku. Sedangkan Afghanistan hanya ada satu agama dan tujuh suku. Tapi Indonesia dapat bersatu karena ada kesepakatan untuk hidup bersama, kata dia.

“Indonesia punya titik temu yakni Pancasila dan kesepakatan-kesepakatan yang dituangkan dalam UUD 1945,” kata dia seperti dilansir Anadolu, Jumat (6/12/2019).

Dengan situasi ini, Ma’ruf ingin menularkan semangat persatuan Indonesia kepada bangsa Afghanistan.

“Kita ingin mengajak Afghanistan seperti itu,” ujar dia.

Pada 2018 lalu, Indonesia pernah menggelar pertemuan trilateral yang dihadiri oleh puluhan ulama dalam negeri, Afghanistan, dan Pakistan di Istana Bogor, Jawa Barat.

Presiden Joko Widodo membuka acara pertemuan itu di mana ulama Afghanistan salah satunya diwakili oleh High Peace Council Afghanistan, sedangkan delegasi Pakistan dipimpin oleh Mualvi Qeyamuddin Kashaf.

Mereka berdialog untuk mencari titik temu untuk meredakan konflik di Afghanistan.

Forum trilateral ulama ini menyepakati adanya pesan perdamaian bertajuk “Bogor Ulema Declaration of Peace”.

Ada 12 poin kesepakatan yang dicapai para ulama guna mendukung perdamaian secara umum, salah satunya ulama ketiga negara sepakat menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perdamaian di Afghanistan dan menyerukan kepada semua pihak untuk terlibat dalam perundingan damai.

Selain itu, Deklarasi Bogor juga menyatakan bahwa para Ulama negara-negara Muslim, khususnya Afghanistan, Pakistan, dan Indonesia dapat memainkan peran aktif untuk mempromosikan perdamaian dan solidaritas di dunia Islam, khususnya di Afghanistan.

Para ulama juga menegaskan bahwa kekerasan dan terorisme tidak dapat dan tidak boleh dikaitkan dengan agama, bangsa, peradaban, atau kelompok etnis apapun karena hal tersebut bertentangan dengan ajaran Islam.

“Ekstremisme dan terorisme dalam segala bentuk, termasuk kekerasan terhadap warga sipil dan serangan bunuh diri, bertentangan dengan prinsip-prinsip kesucian Islam,” tulis kesepakatan ketiga ulama dalam deklarasinya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here