Indonesia Akan Bentuk Organisasi World Sufi Union

567
Menag sambut hangat Mufti Damaskus Syeikh Adnan al-Afyuni, Selasa (23/7/2019).
Menag sambut hangat Mufti Damaskus Syeikh Adnan al-Afyuni, Selasa (23/7/2019).

Jakarta, Muslim Obsession – Indonesia melalui Kementerian Agama akan segera membentuk organisasi internasional untuk para sufi atau World Sufi Union.

Rencana ini digagas sebagai tindaklanjut dari konferensi para tokoh sufi yang berlangsung di Pekalongan, April lalu.

Dua tokoh sufi Mufti Damaskus Syeikh Adnan al-Afyuni dan Ketua Asosiasi Dunia Para Asyraf/Habaib keturunan al-Idrisi, Syeikh M.Syuhumi al-Idrisiy asal Libya datang kepada Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dalam membahas World Sufi Union.

Lukman mengatakan, forum tersebut sangat penting dan strategis dalam konteks saat ini. Ia juga sangat bersepakat dengan adanya gagasan ini.

“Bahwa tasawuf saat ini memiliki urgensi yang sangat tinggi karena memang peradaban dunia khususnya dalam mendalami agama tidak hanya dilakukan dengan pendekatan nalar,” kata Lukman, seperti dilansir dari Kemenag, Selasa (23/7/2019).

Dikatakan Lukman, agama Islam perlu didekati dengan pendekatan tasawuf. Sebab, tasawuf menyatukan dalam upaya menjaga nilai kemanusiaan.

“Sekali lagi kami sangat bersyukur atas penunjukan Indonesia sebagai tuan rumah persatuan para sufi se dunia. Tentu kami akan memberikan support atas terbentuknya forum ini dan kami sangat bersenang hati untuk bekerja sama,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa misi pemerintah adalah agar agama tidak dijadikan alat untuk membuat jarak di antara umat. Sebaliknya, agama harus menyatukan dalam keberagaman. Dan pendekatan tasawuf kita jadikan strategi untuk menjaga harkat dan martabat manusia.

Dalam pertremuan tersebut Syeikh Adnan al-Afyuni juga menjelaskan para sufi di dunia menyambut baik kelahiran organisasi sufi dunia di Indonesia. Para sufi dunia juga sangat optimis dengan berdirinya organisasi ini di Indonesia.

Dalam padangan para sufi dan tokoh dunia Islam, Indonesia memiliki nilai yang sangat strategis dengan jumlah umat muslim terbesar dunia. Indonesia juga dikenal ramah dan toleran, kemudian Islam masuk ke Indoneisa dengan kasih sayang dan cinta kasih.

“Ini bibit-bibit yang sangat baik. Jadi kami optimis berdirinya organiasi ini akan berkembang dengan baik. Buktinya kami bersidang hanya tiga hari. Biasanya organisasi lain bisa berbulan bulan merumuskan pondasi dasar organisasi dan membentuk struktur organisasi. Kita dengan cepat membentuk semua termasuk melakukan komunikasi dengan para sufi dunia,” terang Syeikh Adnan al-Afyuni. (Way)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here