Indahnya Akhlak Rasulullah, Beliau Tak Pernah Mencaci Makanan

408
Ilustrasi makanan.

Jakarta, Muslim Obsession – Tanpa sadar kita sering mencaci makanan. Entah karena makanan itu tidak enak atau sedang kehilangan selera makan. Padahal mencaci makanan merupakan perbuatan yang dihindari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Dalam sebuah hadits, Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah mencela makanan. Jika Rasulullah berselera, (menyukai makanan yang telah dihidangkan) beliau memakannya, sedangkan kalau tidak suka (tidak berselera), maka beliau meninggalkannya,” (HR. Bukhari, Muslim, dan Abu Dawud).

Begitulah cara Rasulullah bersikap pada makanan. Ibnu Baththol rahimahullah dalam Syarh Al Bukhari mengatakan, bahwa sikap Rasulullah tadi merupakan adab yang baik kepada Allah Ta’ala.

Karena jika seseorang menjelek-jelekkan makanan yang tidak disukai, maka seolah-olah dengan ucapan jeleknya itu, ia telah menolak rezeki dari Allah.

Makanan dan minuman yang dihidangkan pada kita, sesungguhnya merupakan nikmat dari Allah. Sudah sepatutnya kita mesti mensyukurinya dan tidak boleh menjelek-jelekkannya.

Jika memang kita suka, makanlah. Jika tidak, maka tidak perlu makan dan jangan berkata yang bernada menjelek-jelekkan makanan tersebut.

Lalu bagaimana jika muncul perkataan, “sepertinya sayur buatanmu ini kurang garam”? Para ulama di antaranya Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin rahimahullah menyebutnya bukan celaan, melainkan hanya sebagai kritikan kepada yang memasaknya agar diperbaiki kesalahannya tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here