Imam Besar Masjid New York Beri Saran Kubu Jokowi dan Prabowo Gunakan Politik Islam Santun

462
Imam Shamsi Ali (Foto: Fikar OMG)

Jakarta, Muslim Obsession – Suhu politik jelang Pilpres 2019 dan Pemilu 2019 kian panas. Hal ini diperkuat dengan bertebarannya berita bohong (hoax) sehingga berpotensi memecah belah masyakarat.

Kondisi ini membuat Imam Besar Masjid New York, Imam Shamsi Ali, menyarankan agar dua kubu capres-cawapres menampilkan politik Islam yang sejati dalam berkampanye. Politik Islam yang sejati itu, kata Imam, memiliki tujuan yang lebih mulia yaitu untuk melayani masyarakat atau umat.

“Yang kedua, politik Islam itu tentu dibangun di atas asas itikad dan niat baik, dan kemudian diproses dengan penuh kesantunan dan akhlakul karimah jadi jangan sampai kemudian kita merasa ini mewakili politik Islam tapi kemudian tidak mewakili karakter Islam kita,” kata Imam yang juga Presiden Nusantara Foundation ini kepada Muslim Obsession, Kamis (29/11/2018).

Baca juga:

Jelang Pilpres 2019, Ini Imbauan Imam Besar New York

Bangun Ponpes di New York, Yayasan Nusantara Teken MoU dengan HAPSI

Hapsi Dukung Berdirinya Ponpes di Amerika Serikat

Selain itu, Imam juga meminta agar kedua kubu tersebut tidak menggunakan kata-kata yang dapat memancing kemarahan umat. Menurutnya, jelang pilpres ini masyarakat cenderung sensitif karena semangat besar untuk mendukung masing-masing calon.

“Calon-calon yang ada itu harus betul-betul menjaga agar situasi tetap kondusif. Kata-kata yang dipakai tetap terjaga, jangan kemudian ada kecenderungan menyampaikan hal-hal yang kasar, hoax misalnya,” jelasnya.

“Hal ini perlu kita ingatkan, karena (perilaku kasar, hoax) itu tidak saja bertentangan dengan karakter Islam tapi itu betul-betul sudah merusak karakter Islam itu sendiri dan bahkan bisa merusak bangsa dan negara,” tambahnya.

Imam juga menyangkal sebuah tulisan yang mengatasnamakan dirinya, dimana di dalamnya disebutkan jika Ahok dipersiapkan oleh dewan gereja. Menurutnya, ia sama sekali tak pernah menulis hal tersebut.

“Jadi hal-hal seperti ini perlu dijaga. Dalam Islam, politiknya bukan politik jangka pendek, bukan hanya pertanggungjawaban dunia saja tetapi juga di akhirat. Oleh karena itu kata-kata yang kita lemparkan, omongan-omongan yang kita sampaikan itu betul-betul harus kita pertanggungjawabkan di dunia dan akhirat,” pungkasnya. (Bal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here