Ilmuwan Muslim Al-Biruni, Guru Segala Ilmu

73
Al-Biruni (Foto: Tirto)

Muslim Obsession – Namanya Abu Raihan Al-Biruni. Orang-orang mengenalnya dengan Al-Biruni. Seorang ilmuwan muslim besar pada abad pertengahan yang memberikan sumbangsih agung terhadap sejarah peradaban Islam.

Sebutan Al-Biruni pada namanya berarti asing. Hal ini karena dirinya menempati kawasan yang dihuni oleh orang-orang asing, tepatnya di pinggiran kota Khawarizmi, Turkmenistan.

Al-Biruni lahir pada tanggal 5 September 973 M/362 H di Khawarazmi, Turkmenistan atau Khiva di kawasan Danau Aral di Asia Tengah yang pada masa itu terletak dalam kekaisaran Persia. Ia merupakan seorang matematikawan Persia, astronom, fisikawan, sarjana, penulis ensiklopedia, filsuf, pengembara, sejarawan, ahli farmasi dan guru. Ia juga seorang ilmuwan yang menyatakan bahwa bumi itu bulat.

Sejak kecil, Al-Biruni dikenal sebagai seorang yang mencintai ilmu dan taat beragama. Seluruh hidupnya ia habiskan untuk belajar dan berkarya. Semasa muda dia menimba ilmu matematika dan astronomi dari Abu Nasir Mansur. Ia juga berguru kepada ibnu Ali ibnu Iraqi, Syekh Abdusshamad bin Abdusshamad, dan Abu Al-Wafa Al-Buzayani. Berbagai ilmu yang diajarkan kepadanya, adalah ilmu pasti, Astronomi dan ilmu Kedokteran.

Saat berusia 20 tahun, Al-Biruni telah menulis beberapa karya di bidang sains. Dia juga kerap bertukar pikiran dan pengalaman dengan Ibnu Sina, Imuwan besar Muslim lainnya yang begitu berpengaruh di Eropa.

Dengan bermodalkan penguasaannya terhadap Bahasa Arab, Yunani, Ibrani dan Sansekerta, al-Biruni mampu menyerap berbagai ilmu pengetahuan langsung dari sumber aslinya. Hasilnya berbagai karya di bidang Matematika, fisika, Astronomi, Kedokteran, Metafisika, Sastra, ilmu Bumi, dan sejarah pun menambah khazanah ilmu pengetahuan. Bahkan ia juga berhasil menemukan fenomena rotasi bumi dan bumi mengelilingi matahari setiap harinya.

Dengan tekad mendedikasikan dirinya pada ilmu pengetahuan, Al-Biruni melakukan penelitian terhadap semua jenis ilmu yang ada. Karenanya, banyak ahli sejarah yang menganggap ia sebagai ilmuwan terbesar sepanjang masa. Selain itu, setiap terjun kemasyarakat dan melakukan penelitian, Al-Biruni sangat mudah menyatu dengan lingkungan. Ia pun dikenal sebagai sosok yang penuh toleransi.

Dalam mencari ilmu, ia tidak hanya puas berada di satu wilayah. Ia banyak melakukan perjalanan ke berbagai daerah di Asia Tengah dan Persia bagian utara. Bahkan selama dalam perjalanannya melanglang buana itu, Al-Biruni pernah berada dalam satu himpunan sarjana muslim lainnya seperti Ibnu Sina di Kurkang, Khawarizm. Setelah berpisah Al-Biruni dan Ibnu Sina tetap menjalin hubungan. Mereka terus mengadakan diskusi atau bertukar pikiran mengenai berbagai gejala alam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here