Ikuti Jejak Iran, Singapura Tiadakan Shalat Jumat untuk Sementara 

268
Masjid Singapura (Foto: Arab News)

Kuala Lumpur, Muslim Obsession – Singapura untuk sementara waktu menunda shalat Jumat, sementara Malaysia telah mengeluarkan pedoman ketat untuk pertemuan keagamaan setelah sejumlah kasus virus korona dikaitkan dengan sebuah acara di sebuah masjid di pinggiran Kuala Lumpur.

Sebelumnya diketahui, pertemuan yang berlangsung selama empat hari di Masjid Sri Petaling pada akhir Februari dihadiri oleh 10.000 peserta yang datang dari beberapa negara.

Setidaknya 14 dari peserta telah dinyatakan positif virus, di antaranya dua dari Singapura dan satu dari Brunei. Pihak berwenang Malaysia masih berusaha melacak 5.000 warga negara yang ambil bagian dalam acara tersebut.

Baca Juga: Cegah Penyebaran Virus Corona, Iran Tiadakan Shalat Jumat

Pada Kamis (12/3/2020) seperti dilansir Arab News, Menteri Agama Malaysia Zulkifli Mohamad Al-Bakri mengeluarkan pernyataan yang menasihati bahwa shalat Jumat berjamaah harus ditunda jika Kementerian Kesehatan mengumumkan bahwa wabah koronavirus tersebar luas.

Dia meminta agar khutbah dipersingkat dan anggota jamaah bisa melakukan wudhu di rumah.

“Otoritas Masjid diharuskan untuk menyediakan pembersih tangan dan masker sebagai tindakan pencegahan,” katanya, seraya menambahkan bahwa orang-orang dengan gejala tidak diperbolehkan menghadiri shalat berjamaah.

Sementara itu, Singapura telah menutup semua masjid selama lima hari untuk menjalani disinfeksi.

“Karena COVID-19 akan bersama kita untuk waktu yang lama, ada hal-hal dasar yang harus kita biasakan,” kata Perdana Menteri Lee Hsien Loong.

Dia mendesak warga Singapura untuk mempraktikkan kebersihan pribadi yang baik, mengadopsi norma-norma sosial baru dan tidak menghadiri pertemuan besar.

Azrul Mohd Khalib, kepala eksekutif Pusat Kebijakan Kesehatan dan Sosial Galen, mengatakan keputusan Malaysia untuk melanjutkan shalat Jumat kecuali jika Kementerian Kesehatan menyarankan sebaliknya dianggap membuat orang menghadapi risiko luar biasa dan berpotensi meningkatkan penyebaran penyakit.

Dia menambahkan bahwa kita harus mengikuti pimpinan Singapura dalam mengambil tindakan pencegahan.

“Mereka telah menangguhkan semua aktivitas yang berfokus pada masjid sampai akhir bulan. Kami akan beralih dari penahanan ke fase mitigasi penyakit dari wabah ini,” imbuh dia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here