Iktikaf di Rumah, Bagaimana Caranya?

165

Jakarta, Muslim Obsession – Selain shalat tarawih, iktikaf juga menjadi amalan sunah di bulan Ramadhan. Iktikaf dilakukan dengan cara berdiam diri terutama di sepertiga bulan yang akhir dengan niat ingin mendekatkan diri kepada Allah.

Menurut anggota divisi fatwa Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Fuad Zein di dalam Al-Quran Surat Al-Baqarah ayat 187 dijelaskan bahwa Iktikaf dilaksanakan di masjid.

“Cuman sekarang permasalahannya, dalam kondisi masjid tidak bisa digunakan, bisa dilakukan di rumah. Tempatnya bisa di areal tempat biasa salat yang terjaga kebersihannya dari najis. Dengan demikian itu bisa jadi tempat untuk iktikaf. Semua amalan iktikaf dari tadarus, kajian-kajian agama, membaca buku, zikir, salat sunah, bisa kita lakukan di rumah tanpa harus kehilangan momentum,” tuturnya seperti dirilis situs resmi Muhammadiyah, Kamis (14/5/2020).

Kondisi darurat membuat pelaksanaan iktikaf dapat dilaksanakan di rumah. Penentuan kedaruratan berdasarkan tinjauan medis. Karenanya, kata Fuad, setelah pandemi Covid-19 berakhir, pelaksanaan ibadah harus kembali normal.

“Kewajiban ibadah tetap dilaksanakan, yang berbeda hanya perlaksanaan ritualnya saja. Ini sesuai dengan protokol kesehatan, kebijakan pemerintah, dan himbauan para ulama, bagaimana agar melakukan social distancing sehingga tidak terjadi kerumunan banyak orang. Itulah makanya sekarang ini kita menghindari adanya kerumunan. Tetapi pelaksanaan ibadah tetap kita laksanakan, walau di rumah,” kata Fuad dalam kajian online Ramadhan.

Salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan di setiap malam bulan Ramadan adalah salat tarawih.

Fuad melihat ada fenomena baru sebab pada tahun-tahun sebelumnya, umat muslim umumnya melaksanakan shalat tarawih berjamaah di masjid.

Namun, karena pandemi Covid-19 hingga kini belum mereda, umat Islam di Indonesia dianjurkan untuk melaksanakan shalat tarawih di rumah.

“Sekarang ini justru imam yang terbanyak dalam sejarah ya sekarang ini. Karena di setiap keluarga mendirikan qiyamul lail sendiri-sendiri. Memang imam itu yang dipilih adalah orang yang paling fasih, baik bacaannya. Kalau anaknya bagus dan bapaknya tidak dalam hafalan Quran, tidak ada masalah kalau anaknya jadi imam,” ujar Fuad.

 

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here