IDI: Dokter Terpapar Covid-19 Naik Tiga Kali Lipat

105

Jakarta, Muslim Obsession – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyebut saat ini jumlah dokter yang terpapar Covid-19 naik tiga kali lipat. Belum genap sebulan, IDI mencatat sebanyak 24 dokter dinyatakan meninggal dunia.

“Ada 24 dokter yang meninggal dalam bulan Juni, sampai data kemarin,” kata Ketua Tim Mitigasi Pengurus Besar IDI Adib Khumaidi saat dikonfirmasi, Jumat (25/6).

Dengan penambahan itu, sementara ini IDI mencatat sudah ada 397 dokter yang meninggal selama pandemi covid-19 menjangkiti Indonesia kurang lebih 15 bulan terakhir.

Dari ratusan kematian itu; Jawa Timur, DKI Jakarta, dan Jawa Tengah menjadi provinsi yang mencatat kematian dokter terpapar covid-19 terbanyak.

Adib sebelumnya juga mengungkapkan analisis data kematian dokter periode Februari-Mei 2021 menunjukkan dari 61 yang meninggal, 10 orang telah mendapat dua dosis vaksin covid-19, 4 lainnya baru menerima satu dosis.

Sementara 47 dokter lainnya yang meninggal belum divaksin lantaran tidak memenuhi syarat vaksin terkait komorbid alias penyakit penyerta yang mereka miliki. Untuk data kematian di bulan Juni, Adib menyebut analisis data pihaknya belum rampung.

Adapun dalam merespons temuan itu, Adib lantas mengeluarkan beberapa rekomendasi kepada para dokter Indonesia guna meminimalisir kelelahan yang berpotensi besar berujung kematian.

Pertama, IDI mewanti-wanti agar para dokter meningkatkan kewaspadaan dalam melakukan pelayanan kesehatan dan interaksi sosial.

Kedua, dokter diminta untuk tetap memperketat penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai standar dalam melakukan pelayanan kesehatan.

Ketiga, dokter juga diminta mengatur skala prioritas dalam memberikan layanan kesehatan untuk meminimalisir risiko terpaparnya covid-19, misalnya dengan menunda operasi dan mengurangi jam praktek.

“Untuk teman sejawat usia lebih dari 65 tahun untuk tetap di rumah, dan mohon bantuan jika sewaktu-waktu dibutuhkan,” ujar Adib.

Selanjutnya, IDI juga meminta agar para dokter memperketat protokol kesehatan hingga 6M yang meliputi memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas, dan menghindari makan bersama. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here