IDI Desak Pemerintah Terapkan PSBB di Jawa Selama 14 Hari

55

Jakarta, Muslim Obsession -Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) dan himpunan lima organisasi profesi mendesak pemerintah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ketat di Pulau Jawa minimal dua minggu.

Ketua Tim Mitigasi PB IDI, Adib Humaidi menuturkan rekomendasi kebijakan tersebut diberikan dengan mempertimbangkan lonjakan kasus positif Covid-19 dengan adanya varian baru delta, dan antisipasi agar fasilitas kesehatan tidak kolaps.

“Mendorong dan merekomendasikan agar pemerintah pusat memberlakukan PSBB ketat serentak terutama di Pulau Jawa minimal dua minggu,” ujar Adib dalam jumpa pers secara virtual, Ahad (27/6).

Adapun perhimpunan organisasi ini terdiri dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (Perdatin), dan Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskuler Indonesia (Perki).

Adib mengatakan kasus Covid-19 meningkat tajam. Pada Kamis (17/6) ada 12.624 kasus dan meningkat di atas 20 ribu kasus pada Sabtu (26/6). Jika dibandingkan dengan data Sabtu (15/5), terang dia, terjadi peningkatan kasus pada 17 Juni 2021 sekitar lebih dari 500 persen.

“Bed Occupancy Rate (BOR) untuk ruang isolasi dan ICU di atas 90 persen. Setidaknya >24 kabupaten/kota melaporkan keterisian ruang isolasinya di atas 90 persen. BOR untuk ICU dari berbagai RS mendekati angka 100 persen,” kata Adib.

Ia menilai kondisi saat ini sudah sangat memprihatinkan. Hal itu juga terlihat dengan penumpukan pasien dan antrean panjang di banyak Instalasi Gawat Darurat (IGD) di rumah sakit di kota besar.

“Kondisi semakin memprihatinkan dengan bertambahnya kasus pada dokter, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya terkonfirmasi positif Covid-19 sehingga perlu menjalani perawatan atau isolasi mandiri,” imbuhnya.

Adib mengungkapkan pada hari ini ada empat dokter yang meninggal dunia akibat Covid-19. Jumlah itu membuat total dokter yang gugur sejauh ini mencapai 405 orang.

Selain 405 itu, masih ada ratusan dokter yang harus menjalani perawatan dan isolasi akibat terinfeksi Covid-19.

“Sebagai gambaran di satu kota di Jawa Tengah total 583 yang terpapar. Yang saat ini dirawat dan isolasi ada 231. Kemudian di Jogja ada 163 dokter yang terpapar. Kemudian di Surabaya ada lebih dari 100, dengan kondisi khususnya di Surabaya ada lima yang kritis,” pungkas Adib.

Sebelumnya, pemerintah diketahui mengambil kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM mikro guna menghadapi lonjakan kasus Covid-19. Langkah ini pun mendapat kritik dari sejumlah pihak karena dinilai tidak efektif. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here