Iblis Takut dengan Tidurnya Orang Alim

3123
Tidur di Masjid
Ilustrasi: Orang tidur di masjid. (Foto: lahiya.com)

Muslim Obsession – Bagi Rasulullah Saw., tidak ada tempat yang lebih nyaman selain masjid. Tapi, entah kenapa siang itu masjid terasa sepi. Namun, hal itu tidak menyurutkan langkah Nabi untuk berdiam diri di masjid.

Saat Rasulullah akan memasuki pintu masjid, beliau sangat terkejut. Ada sesosok tubuh membayang dan akhirnya semakin jelas. Ternyata sosok itu adalah iblis.

Ketika Rasulullah menengok ke dalam, terlihat ada dua orang disana. Orang pertama tengah melaksanakan shalat, sedangkan orang kedua sedang tertidur pulas di dekat pintu.

Rasulullah menghampiri iblis, kemudian bertanya, “Apa yang sedang kau lakukan disini, wahai iblis?”

Iblis rupanya tidak kaget sama sekali, kalau Rasulullah bisa mengetahui kehadirannya. Dengan ketakutan, iblis menjawab, “Sejujurnya, aku hendak masuk ke dalam masjid untuk menggoda dan merusak ibadah orang yang sedang shalat itu.”

Rasulullah merasa heran dengan tingkah iblis yang nampak ketakuta. Kemudian, beliau bertanya lagi, “Lalu, apa yang menghalangimu?”

Iblis masih ketakutan, ia berkata, “Ada orang itu yang tengah tertidur dekat pintu. Aku takut padanya.”

Rasulullah semakin keheranan. “Mengapa kau takut pada orang yang sedang tidur, wahai iblis?”

Akhirnya, Iblis berkata terbata-bata, “Ketahuilah ya Rasulullah, aku tidak takut pada orang yang tengah shalat itu, karena orang itu bodoh,” ujar iblis masih merasa ketakutan.

“Ia tidak pernah mencari ilmu, sehingga ia tidak tahu bagaimana cara melaksanakan shalat dengan benar. Bagiku, mengganggu dan merusak ibadahnya semudah membalikkan telapak tangan,” lanjut iblis.

Rasulullah masih heran mendengarnya. “Lantas, kenapa kau takut kepada orang yang tengah tertidur itu?”

Iblis menjawab, “Sebab, orang yang sedang tertidur lelap itu adalah orang alim. Ia mempunyai banyak ilmu. Bahkan, ketika ia tidur pun memakai ilmu dan tidak asal tidur. Hingga perlindungan Allah begitu kuat terhadapnya,” ujar iblis.

Itulah sebabnya iblis takut memasuki masjid. Iblis berpikir, kalaupun ia berhasil mengganggu orang yang sedang  shalat itu, pasti orang alim tersebut mampu mengusir iblis, dengan doa yang dibacanya sebelum tidur.

Rasulullah kemudian teringat, bahwa ketika Nabi Sulaiman disuruh memilih karunia yang disukainya, apakah harta, tahta, atau ilmu, Nabi Sulaiman justru mengambil ilmu. Karenanya, dengan memilih ilmu, akhirnya harta dan tahta mampu dimilikinya.

Wallahu ‘alam bis shawab. (Vina – Dikutip dari buku “Peri Hidup Nabi dan Para Sahabat”, karya Saad Saefullah)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here