Hukum Wanita Berpuasa yang Mengeluarkan Darah

293

Muslim Obsession – Sebagai wanita Muslimah yang wajib melaksanakan puasa Ramadhan, ada beberapa hal yang masih menjadi pertanyaan seputar darah.

Di mana keluarnya darah haid sudah membatalkan puasa. Tapi bagaimana cara kita memastikan itu adalah darah haid, nifas atau istihadah?

Buya Yahya dalam situs resmi buyayahya.org menjelaskan bahwa untuk mengetahui darah itu haid atau nifas adalah dengan rumus khusus haid dan nifas.

Rumus haid ada 5:

  • Dia telah berusia 9 tahun hijriah atau lebih.
  • Darah keluar setelah didahului suci 15 hari 15 malam atau lebih.
  • Darah tidak kurang dari 24 jam (dalam jangka 15 hari).
  • Darah tidak lebih dari 15 hari.
  • Darah tidak didahului oleh kelahiran.

Ada beberapa hal yang perlu diketahui:
1. Paling sedikitnya nifas adalah setetes
2. Paling banyaknya nifas adalah 60 hari
3. Umumnya darah nifas adalah 40 hari

Kaedah-kaedah mengetahui darah nifas:
1. Darah keluar setelah kelahiran janin atau bakal janin.
2. Bersihnya rahim dari kandungan.
3. Darah keluar sebelum berlalunya 15 hari dari saat melahirkan.
4. Darah keluar tidak boleh melebihi 60 hari dari saat melahirkan.
5. Waktu darah terputus tidak boleh melebihi 15 hari.

Jika memang terbukti dengan rumus itu bukanlah darah haid dan bukan darah nifas maka hukum puasanya adalah tetap sah (berarti itu adalah darah istihadhah) dan jika itu darah istihadhah maka baginya tetap wajib berpuasa dan wajib shalat, karena pada hakikatnya dia tidak haid dan nifas.

Wallahu A’lam bish Shawab..

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here