Hubungan Sakit Jantung dengan Corona

158

Jakarta, Muslim Obsession – Sebagian besar mereka yang meninggal terinfeksi corona adalah mereka yang memiliki penyakit bawaan seperti diabetes dan jantung. Menurut data sebuah studi, pasien jantung berisiko memiliki gejala yang fatal jika tertular Covid-19.

Selain itu, virus ini juga bisa menyerang jantung pada pasien tanpa gangguan jantung sebelumnya. Kewaspadaan tentang kesehatan jantung juga harus ditingkatkan menyusul dipublikasinya studi terbaru yang mengatakan pandemi Covid-19 berisiko pada penyakit jantung.

Lalu apa alasan timbulnya komplikasi sakit jantung pada pasien Covid-19 pasien covid-19 dengan riwayat penyakit jantung Covid-19 dianggap sebagai penyakit pernapasan yang menyerang paru-paru tapi bahayanya pada jantung juga sesuatu yang patut diwaspadai.

Dokter spesialis jantung Vito Anggarino Damay mengatakan bahwa sekitar 49% pasien Covid-19 yang memiliki gejala berat dan dirawat di ruang ICU (intensive care unit) itu menderita peradangan jantung.

Ia menjelaskan, penyakit jantung menjadi salah satu masalah kesehatan yang berkaitan erat dengan Covid-19. Ada tiga poin yang dokter Vito tekankan terkait hubungan antara penyakit jantung dan Covid-19.

Pertama, virus Covid-19 menyerang paru-paru dan sistem pernapasan di mana paru dan jantung dihubungkan dengan pembuluh darah. Pembuluh darah bertugas membawa darah yang telah dipompa jantung untuk dialirkan ke seluruh tubuh dan sebaliknya.

“Kerja paru-paru dan jantung ini terhubung. Jadi kalau paru-paru rusak karena infeksi virus, jantung pasti akan kerja lebih berat,” jelas dokter Vito yang merupakan spokesperson Yayasan Jantung Indonesia (YJI).

Kedua, Covid-19 dapat menyerang jantung secara langsung. Dokter Vito menjelaskan, pasien Covid-19 bisa mengalami miokarditis atau peradangan otot jantung walaupun tidak memiliki riwayat penyakit jantung sebelumnya.

Sebuah studi awal menunjukkan bahwa 1 dari 5 orang pasien dengan Covid-19 memiliki tanda-tanda cedera jantung, terlepas mereka memiliki gejala penyakit pernapasan atau tidak.

Ketiga, kaitan kesehatan jantung dengan Covid-19 juga terjadi karena adanya kecenderungan pembekuan pembuluh darah pada pasien Covid-19. Pembekuan pembuluh darah meningkatkan risiko gangguan pembuluh darah dan memperberat kerja jantung.

Menurut dokter Vito, kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat pasien Covid-19 mengalami perburukan bahkan meninggal.

Berkaitan ini tentunya membuat pasien yang telah memiliki penyakit jantung berisiko memiliki gejala yang berat dan fatal ketika terinfeksi Covid-19.

“Misalnya pasien gagal jantung memang fungsinya jantungnya sudah turun, dia akan jadi kepayahan kalau terinfeksi,” kata dokter Vito.

Beberapa kasus yang terjadi adalah pasien tersebut justru tidak mengetahui kalau dirinya memiliki gangguan pada jantung sebelum terinfeksi Covid-19. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here