Hoax! Video Kapolri Tito Karnavian Ancam Kirim Mahasiswa ke Kamar Jenazah

1408
Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian.

Jakarta, Muslim Obsession – Aksi demontrasi mahasiswa yang menolak disahkan RKUHP, RUU Pertanahan, RUU Minerba dan RUU Pemasyarakatan di berbagai daerah sejak beberapa hari terakhir tak lepas dari berita hoax. Para buzzer menyebarkan berita bohong dengan maksud untuk membuat situasi politik makin gaduh.

Sebuah potongan video hoax Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian disebar melalui WAG dan media sosial saat tengah memanasnya aksi demontrasi mahasiswa. Video tersebut mengaitkan pernyataan Tito yang seolah-olah mengancam akan menembak mati dan mengirim mahasiswa ke kamar jenazah.

Kepastian bahwa video itu hoax, setelah ObsessionNews pada Rabu (25/9/2019) menelusuri hingga mendapatkan video aslinya. Usut punya usut video tersebut ternyata diambil dari hasil tayangan sebuah televisi swasta.

“Kalau dia ditangkap melawan ya, dan membahayakan petugas, jangan segan-segan, jangan segan-segan dengan tegas, jangan segan-segan juga kita kirim ke kamar jenazah. Kira-kira gitulah,” kata Kapolri dalam video yang sudah diedit. Berikut di bawah ini potongan video tersebut:

Saat itu Kapolri tengah memimpin konferensi pers terkait pengungkapan bandar narkoba jaringan Malaysia di kamar jenazah RS Polri, Jl Raya Bogor, Jakarta, Selasa (17/1/2017) lalu. Kapolri mengeluarkan pernyataan keras untuk tidak memberi ampun bagi para gembong narkoba. 

Dalam tayangan video aslinya, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menegaskan, tidak segan-segan menindak tegas bandar narkoba yang melawan petugas saat tertangkap. Tito bahkan mengancam akan mengirim para pengedar narkoba ke kamar jenazah jika melawan petugas.

“Saya menyampaikan kepada para bandar yang mengedarkan, masih juga meracuni anak bangsa dan melawan saat ditangkap, maka akan berakhir ke kamar jenazah, dan diautopsi juga dibelah-belah,” ungkap Tito sebenarnya.

Dalam video itu juga, Tito mengingatkan kepada seluruh Polda yang wilayahnya rawan narkoba, jika tidak ada tindakan terhadap peredaran narkoba di wilayah mereka, maka kabareskrim akan segera mencopot Dirnarkoba di Polda bersangkutan.

“Polda yang takut dan tidak berbuat apa-apa kepada pengedaran narkoba di wilayahnya, akan saya ganti. Karena masih banyak polisi-polisi yang lebih berani,” Jenderal Tito menegaskan.

Kapolri Jenderal Pol Tita Karnavian menjadi salah satu sasaran dari para buzzer politik. Tidak hanya melalui potongan video hoax ancaman terhadap mahasiswa, video dengan narasi aksi kekerasan anggota polisi saat mengamankan aksi demo juga beredar luas di publik. (Has)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here