Hina Nabi Muhammad, PBNU Minta Polisi Tangkap Jozeph Paul

175

Jakarta, Muslim Obsession – Seorang pria Jozeph Paul Zhang dengan lancang sudah berani mengaku Nabi ke 26 dan menghina Nabi Muhammad Saw dengan kata-kata yang sangat tidak pantas diucapkan.

Hal ini menuai reaksi keras dari Pengurus Bersar Nahdlatul Ulama (PBNU). Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBNU Helmy Faishal Zaini mengatakan, sebagai umat beragama sudah sepatutnya untuk saling menghormati perbedaan.

Sementara yang dilakukan Jozeph dinilai jelas telah melakukan penghinaan terhadap agama Islam.

“Pertama, kami minta polisi untuk menangani masalah ini agar tidak berkembang lebih jauh dan masyarakat untuk tidak terpancing dengan provokasi. Kita percayakan kepada polisi dalam hal ini kita meminta untuk segera dan menangkap karena jelas dalam video tayangan itu menyebarkan kebencian, dan sudah melakukan kategori penghinaan,” ujar Faishal di Jakarta, Sabtu (17/4/2021) malam.

Dia menuturkan, telah komunikasi dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo terkait video tersebut. Sejauh mana komunikasi itu dia tidak menjelaskan detail. “Kami meminta polisi segera melakukan penangkapan, saya sudah secara informal sudah menyampaikannya ke Kapolri, mudah-mudahan segera ditindak ya,” tuturnya.

Jozeph Paul Zhang mengunggah rekaman video melalui akun Youtube dibuat dalam forum diskusi zoom. Video berdurasi 3 jam 2 menit itu dia beri judul, Puasa Lalim Islam.

“Yang bisa laporin gua ke polisi, gua kasih uang lo. Yang bisa laporin gua penistaan agama, nih gua nih nabi ke-26, Josep Fauzan Zhang meluruskan kesesatan ajaran nabi ke-25 dan kecabulannya yang maha cabullah. Kalo Anda bisa laporan atas penistaan agama, Gua kasih loh satu laporan Rp1 juta, maksimum 5 laporan supaya jangan bilang gua ngibul kan. jadi kan 5 juta, di wilayah polres berbeda,” ujarnya dalam rekaman video tersebut, Sabtu (17/4/2021).

Dia mengawali perbincangan dengan menyapa peserta zoom yang diklaim dari seluruh dunia, seperti di Indonesia, Eropa, Afrika, Rusia, Amerika, Kanada, New Zealand, Austraslia, yang ada di Kamboja, juga yang ada di Thailand, Korea.

“Rombongan para nabi internasional, tadi dari Kamboja mau jadi nabi nomor 29 saya minta ambil nomor antre dulu di Munchen, hahaa, boleh semua yang mau antre, bisa antrean nabi,” ucapnya.

Dalam perbincanga itu dia menyinggung berbagai ajaran Islam, mulai dari soal puasa Ramadan, Idul Fitri hingga Allah SWT. “Lu yang puasa gua yang laper,” katanya. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here