Hina Habib Rizieq, DDII Surati Yusril Ihza Mahendra

591

Jakarta, Muslim Obsession – Ketua Umum Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII) Mohammad Siddik menyampaikan surat terbuka kepada Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra.

Surat tersebut menanggapi terkait keputusan politik Yusril yang kerap menimbulkan polemik, terlebih pernyataan Yusril yang selalu mendelegitimasi ijtima’ ulama dan menyatakan bahwa Habib Rizieq Shihab adalah Raja Bohong.

Oleh karena itulah, DDII merasa perlu menegur sikap dan pernyataan Yusril yang jauh dari akhlakul karimah dan sikap seorang cendikiawan muslim yang mewarisi nilai-nilai perjuangan Allahyarham Mohammad Natsir dan tokoh-tokoh Masyumi lainnya.

Terlebih partai yang di nakhodainya itu merupakan wadah aspirasi politik umat Islam yang diinisiasikan dan didirikan oleh Dewan Da’wah Islamiyyah bersama 20-an ormas lainnya beserta ulama, tokoh dan intelektual muslim.

“Bagi kami citra PBB juga bagian dari citra Dewan Da’wah dan ormas serta ummat Islam yang mendirikannya. Oleh karenanya, kami memiliki hak moral dan hak kesejarahan untuk menyampaikan surat terbuka ini,” ujar Mohammad Siddik, Sabtu (4/6/2019).

Seperti diketahui, Partai Masyumi terdiri dari para ulama dan politisi muslim yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan akhlakul karimah baik dalam sikap, tindakan maupun ucapan. Partai Masyumi menjadi besar karena teladan tokoh-tokohnya yang menunjukkan keserasian antara ucapan dan tindakan.

“Nilai-nilai besar dan sikap kenegaraan inilah yang diwarisi oleh Dewan Da’wah. Pada saat pembentukan awal PBB, Dewan Da’wah mengharapkan bahwa Saudara sebagai ketua umumnya dapat membawa ciri-ciri dan karakter para politisi Masyumi yang dikenal keunggulan dan kemuliaan akhlaknya. Dimana para tokoh Partai Masyumi selalu senapas dan sejiwa dengan ulama dan ummat Islam serta tidak bersebrangan atau meninggalkan ulama dan ummat,” katanya.

“Sikap Saudara yang tidak ramah bahkan cenderung melecehkan para ulama yang berkumpul dan telah memutuskan sikap dan dukungan politik bersama dalam Ijtima Ulama I dan II, telah menunjukkan karakter yang tidak sesuai dengan nilai-nilai luhur yang selama ini dipedomani oleh para keluarga besar Dewan Da’wah,” tambahnya.

Selama ini, kata dia, Yusril selalu mengaku sebagai kader Allahyarham Mohammad Natsir pendiri dan ketua Umum Dewan Dakwah. Tetapi yang dirinya pahami Allahyarham Mohammad Natsir tidak pernah punya karakter yang melecehkan para ulama apalagi berseberangan dengan mainstream ummat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here