Hikmah Rahmani: Tahun Baru Berarti Berkurang Waktumu

656

Oleh: Habib A. Rahman Al-Habsyi

Waktu adalah ciptaan Allah yang dihadiahkan kepada manusia untuk dipakai dengan baik dan mulia. Waktu begitu penting sehingga Allah berkali-kali bersumpah atas nama ciptaan-Nya yang bernama waktu.

Beberapa di antaranya, Waktu Fajar (sumpah Allah dalam QS. Al-Fajr:1-4); Waktu Subuh (QS. Al-Mudatsir: 34 dan At-Takwir: 18); Waktu Dhuha (QS. Ad-Dhuha: 1); 4. Waktu Siang (QS. Asy-Syams: 3 dan al-Lail: 2); Waktu Ashr (QS. Al-Ashr: 1); Waktu Malam (QS. Al-Lail:1-2, Al-Insyiqaq:17, dan Al-Mudatsir: 33-34); dan Waktu Kiamat (QS. Al-Qiyamah: 1-2).

Para ulama sepakat bahwa jikalau Allah bersumpah dengan sesuatu, maka sumpah itu dimaksudkan untuk menarik perhatian bagi makhluk-Nya dan mengingatkan mereka akan keagungan dan arti yang besar dalam sesuatu yang Allah jadikan sumpah tersebut.

Dan sudah sepatutnya kita menaruh perhatian akan waktu. Bahkan di Hari Perhitungan nanti salah satu yang akan dihisab oleh Allah adalah waktu.

Dari sahabat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لَا تَزُوْلُ قَدَمَا ابْنِ آدَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عِنْدِ رَبِّهِ حَتَى يُسْأَلَ عَنْ خَمْسٍ عَنْ عُمْرِهِ فِيْمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ شَبَابِهِ فِيْمَا أَبْلَاهُ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيْمَا أَنْفَقَهُ وَمَاذَا عَمِلَ فِيْمَا عَلِمَ.

“Tidak akan bergeser kedua kaki anak Adam di hari kiamat dari sisi RabbNya, hingga dia ditanya tentang lima perkara (yaitu): tentang umurnya untuk apa ia habiskan, tentang masa mudanya bagaimana ia gunakan, tentang hartanya dari mana ia dapatkan, dan dalam hal apa (hartanya tersebut) ia belanjakan serta apa saja yang telah ia amalkan dari ilmu yang dimilikinya,” (HR. At-Tirmidzi no. 2416, Ath-Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Kabir jilid 10 hal 8 Hadits no. 9772).

Dalam hadits tersebut Rasulullah mengabarkan kepada kita bahwasanya kelak di Hari Kiamat setiap Bani Adam (manusia) akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah subhanahu wa ta’ala mengenai 5 (lima) perkara, diataranya adalah tentang umurnya, yang tentunya erat kaitannya dengan waktu.

Kelak waktu yang kita terima haruslah dipertanggungjawabkan penggunaannya.

Saudaraku yang mulia, sesaat lalu kita meninggalkan tahun 2018 Masehi dan kini mulai memasuki tahun 2019. Sudah sepatutnya kita terus melakukan muhasabah diri (perenungan), mengenai jejak baik apa saja yang telah kita lakukan sampai saat ini. Kesalehan apa saja yang sudah kita lakukan di punggung buminya Sang Pencipta?? Apakah niat-niat yang pernah kita ucapkan dengan serius pada saat memasuki tahun 2018 lalu sudah kita laksanakan? Ataukah hanya sekadar koleksi niat?

Pahamilah, bahwa waktu itu adalah helaan nafas yang tak akan terulang kembali. Setiap penyesalan akan datang setelah waktu telah berlalu dan semua yang merasakan penyesalan akan selalu berharap agar waktu itu kerap kembali lagi.

Waktu adalah kehidupan. Kehidupan manusia tidak lain adalah waktu yang ia lewati dari saat lahir sampai dia meninggal. Waktu yang telah berlalu tidak akan kembali. Dia akan pergi selamanya dengan segala kenangannya: baik kenangan yang penuh penyesalan atau kebahagiaan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here