Hikmah Rahmani: Sepenuh Hati

141

Oleh: Habib Abdul Rahman Al-Habsyi (Majelis Sahabat Iman Peduli)

Ibadah itu unik. Ia tak seperti aktivitas duniawi. Ia membutuhkan partisipasi dua organ sekaligus “jasad dan hati”.

Shalat yang dilakukan oleh seorang hamba belumlah dikatakan sempurna apabila tak disertai ‘kehadiran’ hati. Suatu kondisi jiwa yang dalam kamua Islam disebut dengan “khusyuk”.

Lalu, apa artinya berdiri, ruku’ dan sujud jika tak disertai “kehadiran hati”??

Disinilah keunikan tadi. Ada parameter multi dimensi dalam pelaksanaan ibadah. Karena ibadah tak hanya menilai aktivitas fisik saja. Parameter hati yang merupakan ‘ruh’ dari ibadah itu sendiri dan merupakan wujud “beresnya” seorang hamba dengan Rabbnya.

Saudaraku… Khusyuk dalam shalat, keikhlasan dalam berinfaq dan ibadah lainnya adalah bukti ‘kehadiran’ hati itu.

Apa arti shalat tanpa khusyuk, sedekah tanpa keikhlasan, haji tanpa ada ketundukan dan kepasrahan?

Kita sering kecolongan dan tertipu dengan aktivitas fisik semata. Kita sering terjebak pada rutinitas ibadah tanpa ruh.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

وَجُعِلَتْ قُرَّةَ عَيْنٍ فِيْ الصَّلَاةِ

“Dan telah dijadikan penghibur (penghias) hatiku (kebahagiaanku) pada shalat.”
(HR. An-Nasai [7/61] no. 3939, 3940, Ahmad [3/128] no. 14069)

Jika ibadahmu sepenuh hati padaNYA, maka engkau PASTI bahagia.

Berkah selalu.. 🤲🏻🤗🙏

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here