Hikmah Rahmani: Nikmatnya Iman

79

Oleh: Habib Abdul Rahman Al-Habsyi (Majelis Sahabat Iman)

Yang membuat diri kita berharga bukanlah harta dan jabatan atau keturunan tetapi adanya iman di jiwa kita. Manusia tanpa iman bagaikan tubuh tanpa ruh, maka menjadi hal utama dan penting dalam hidup ini adalah menjaga dan meningkatkan kualitas iman kita.

Iman menghantarkan sang hamba meniti kebaikan dan kenikmatan hidup.

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan,” (QS. An-Nahl: 97).

Tiga perkara yang jika ada pada diri seseorang maka sempurnalah imannya menurut sang bijak Lukman Al Hakim.

Pertama: jika dia sedang senang maka kesenangannya tidak akan menggiringnya kepada kebatilan.

Kedua: jika sedang marah maka kemarahannya tidak akan menyimpang dari kebenaran.

Ketiga: jika sedang susah maka kesusahannya tidak akan memprovokasinya mengambil sesuatu yang bukan haknya.

#SalamDakwah@Home

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here