Hikmah Rahmani: Kita Adalah Perantau

980
Ilustrasi: Perantau.

Oleh: A. Rahman Al-Habsyi

Merantau adalah pergi ke suatu tempat untuk sementara. Jika tujuan merantau untuk bekerja, perantau akan bekerja keras untuk mengumpulkan bekal sebanyak-banyaknya.

Bekal itu akan dibawa dan digunakan di kampung halamannya, sebagai tempat menetap sebenarnya.

Perantau tidak akan banyak membeli properti di tempat perantauan atau membeli barang-barang yang tidak ada hubungannya dengan kebutuhan di kampung halaman.

Sebab, ia sadar bahwa hidup di perantauan hanya sementara.

Dunia adalah kampung perantauan kita, tempat kita mengumpulkan bekal mudik akhirat.

عَنِ الْحَكَمِ بْنِ عُمَيْرٍ ، صَاحِبِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” كُونُوا فِي الدُّنْيَا أَضْيَافًا ، وَاتَّخِذُوا الْمَسَاجِدَ بُيُوتًا ، وَعَوِّدُوا قُلُوبَكُمُ الرِّقَةَ ، وَأَكْثِرُوا التَّفْكِيرَ وَالْبُكَاءَ ، وَلا تَخْتَلِفَنَّ بِكُمُ الأَهْوَاءُ ، تَبْنُونَ مَا لا تَسْكُنُونَ، وَتَجْمَعُونَ مَا لا تَأْكُلُونَ، وَتَأْمَلُونَ مَا لا تُدْرِكُونَ ” .

Dari Al-Hakam bin Umair berkata: “Bersabda Rasulullah Saw., “Jadilah seorang tamu di dunia ini (sebagaimana seorang tamu tak layak dalam keinginan dan keterikatan), dan jadikanlah masjid-masjid sebagai rumahmu sendiri, penuhilah hatimu dengan belas kasihan, perbanyaklah bertafakkur dan menangislah karena takut kepada Allah Swt., letakkanlah bayang-bayang kematian dan keadaan Hari Kiamat di depan kedua matamu. Kehidupan macam apa ini ketika kalian membangun sebuah gedung namun tidak ada orang yang tinggal di dalamnya? Atau ketika kalian berkumpul bersama namun tidak memiliki apa-apa untuk dimakan? Bertaqwalah kepada Allah Swt. yang kepada-Nya kita akan kembali”.

Selamat beraktifitas….!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here