Hikmah Rahmani: Hakikat Waktu

50

Oleh: Habib Abdul Rahman Al-Habsyi (Sahabat Iman Peduli)

Ada dua istilah Yunani untuk cukup menggambarkan waktu dan kesempatan, yaitu kronos dan kairos.

Kronos menggambarkan waktu yang berjalan dari detik ke detik, menit ke menit, jam ke jam, hari ke hari.

Kita sering menggunakan istilah “kronologis” untuk menunjukkan rentetan peristiwa yang terjadi dari satu waktu ke waktu yang lain.

Kairos sendiri berfokus pada momentum-momentum penting dalam kronologis waktu yang terus berjalan.

BACA JUGA: Hikmah Rahmani: Amal Tiada Henti

Itulah kesempatan-kesempatan yang berbuah karena kita respon secara tepat dan tidak berulang.

رسولُ اللّه صلى الله عليه وآله: يُفتَحُ لِلعَبدِ يَومَ القِيامَةِ عَلى كُلِّ يَومٍ مِن أيّامِ عُمرِهِ أربَعَةٌ وعِشرونَ خَزانَةً ـ عَدَدَ ساعاتِ اللَّيلِ و النَّهارِ ـ فخَزانَةٌ يَجِدُها مَملوءَةً نورا وسُرورا فيَنالُهُ عِندَ مُشاهَدَتِها مِنَ الفَرَحِ وَالسُّرورِ ما لَو وُزِّعَ عَلى أهلِ النّارِ لأَدهَشَهُم عَنِ الإحساسِ بِألَمِ النّارِ، وهِيَ السّاعَةُ الّتي أطاعَ فيها رَبَّهُ ، ثُمَّ يُفتَحُ لَهُ خَزانَةٌ اُخرى فيَراها مُظلِمَةً مُنتِنَةً مُفزِعَةً فيَنالُهُ عِندَ مُشاهَدَتِها مِنَ الفَزَعِ والجَزَعِ ما لَو قُسِّمَ عَلى أهلِ الجَنَّةِ لَنَغَّصَ عَلَيهِم نَعيمَها، و هِيَ السّاعَةُ الّتي عَصى فيها رَبَّهُ، ثُمَّ يُفتَحُ لَهُ خَزانَةٌ اُخرى فيَراها فارِغَةً لَيسَ فيها ما يَسُرُّهُ ولا ما يَسوؤهُ، و هِيَ السّاعَةُ الّتي نامَ فيها أوِ اشتَغَلَ فيها بِشَيءٍ مِن مُباحاتِ الدّنيا ، فيَنالُهُ مِنَ الغَبنِ و الأسَفِ عَلى فَواتِها ـ حَيثُ كانَ مُتَمَكِّنا مِن أن يَملَأها حَسَناتٍ ـ ما لا يوصَفُ، و مِن هذا قَولُهُ تَعالى: «ذلكَ يَومُ التَّغابُنِ»

(بحار الأنوار: ۷/۲۶۲/۱۵)

Rasulullah Bersabda: “Pada hari kiamat dibukakan kepada manusia setiap hari dari umurnya dua puluh empat lemari (khazanah) sebanyak bilangan jam sehari semalam.
Ada khazanah yang dipenuhi dengan cahaya dan kebahagiaan sehingga ketika menyaksikannya orang merasa senang dan bahagia.

Sekiranya khazanah itu diperlihatkan kepada ahli neraka, mereka tidak akan merasakan pedihnya siksa neraka. Itulah saat saat ketika ia mentaati perintah Tuhannya.

Kemudian dibukakan baginya khazanah yang lain. Ia melihat khazanah itu gelap gulita, baunya menyengat dan mengerikan.

BACA JUGA: Hikmah Rahmani: Mengenal Takdir

Orang yang menyaksikannya merasa ngeri dan takut. Sekiranya khazanah itu dibagikan kepada ahli surga, hilanglah segala kenikmatan surga itu. Itulah saat saat ketika orang membangkang pada perintah Tuhannya.

Kemudian dibukakan kepadanya khazanah yang lain ia melihatnya kosong tidak ada yang membuatnya gembira dan tidak ada yang membuatnya berduka cita. Itulah saat saat ketika ia tidur dan sibuk dengan urusan dunia yang mubah. Ketika ia melihatnya, hatinya dipenuhi kekesalan dan kekecewaan.

Ia telah kehilangan waktunya yang dapat diisi dengan kebajikan yang tidak terperikan. Inilah yang disebut dalam Al-Quran: “Itulah hari penyesalan (attaghabun)“.

Semoga hari-hari kita penuh dengan keberkahan. Aamiin.

Wallahu a’lam bish shawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here