Hidayat Nur Wahid: “Palestina Urusan Kita Semua”

209
Hidayat Nur Wahid
Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid. (Foto: mpr.go.id)

Jakarta, Muslim Obsession – Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) mengatakan, banyaknya kecaman publik dunia terhadap kejahatan yang dilakukan Israel terhadap warga Palestina merupakan bukti dari adanya keprihatinan bersama.

Kecaman terhadap Israel datang dari publik dunia, termasuk pemuka dari beragam agama (termasuk Rabi Yahudi dan Pastor Kristiani). Mereka menyuarakan pembelaan terhadap rakyat Palestina yang menjadi korban kejahatan tentara zionis Israel.

Menurut HNW, ini juga membuktikan bahwa ajaran agama sejatinya mengajarkan kepedulian terhadap kemanusiaan, dan penolakan terhadap segala bentuk kejahatan, apalagi kejahatan yang massif dan terstruktur dan di-back up oleh kelaliman kekuasaan.

“Selain massa dan tokoh masyarakat atau pemuka agama Islam, banyak massa dan pemuka agama Yahudi maupun Katolik juga ikut demonstrasi dan menyampaikan kecamannya terhadap tindakan brutal Israel terhadap warga Palestina. Ini membuktikan ajaran agama hakikatnya bisa bertemu dengan kepedulian membela kemanusiaan dan melawan segala bentuk ketidakadilan,” ujar HNW lewat melalui siaran pers yang diterima Kamis (20/5/2021).

HNW menegaskan, tidak perlu menjadi muslim atau berideologi khilafah untuk menolak kejahatan penjajahan Israel di Palestina, meski mayoritas warga di Palestina beragama Islam dan tidak berideologi khilafah. Tetapi, cukup menjadi manusia sehat untuk melihat ketidakadilan brutal dan pelanggaran berulang terhadap kemanusiaannya warga Palestina.

“Rabbi dari kelompok Yahudi Ortodoks di Amerika Serikat pun ikut demo kecam kejahatan Israel, membakar bendera Israel dan mendukung Palestina. Bahkan, Pastor Manuel Musallam di Palestina lebih keras lagi, dia menyerukan umatnya untuk melawan Israel,” jelasnya.

Bahkan menurutnya, ada pula asosiasi karyawan Yahudi di kantor Google yang mendesak agar perusahaan tersebut memberikan kecaman terhadap serangan Israel ke Palestina karena telah mengakibatkan banyak korban.

Oleh karenanya, ia mengaku heran ketika di Indonesia ada sebagian orang yang mengalihkan issu dan membelokan ketidakadilan ini dengan issu ideologi khilafah, kemudian menyalahkan Hamas yang membela Bangsa Palestina dan lalu malah bersimpati serta mendukung Israel yang menjajah Palestina.

HNW mengemukakan, sikap pengalihan isu tersebut diperlukan oleh pihak Israel dan pendukungnya, untuk menutupi kejahatan penjajahan dan kemanusiaan Israel, yang sudah mereka lakukan sejak sebelum tahun 1948-an, ketika mereka memproklamasikan negara Yahudi di atas tanah milik warga Palestina.

“Dan sejak saat itu kejahatan dan teror zionis Israel berlanjut terus hingga perang tahun 1967 yang dilawan oleh pejuang-pejuang Palestina lewat organisasi PLO maupun Fatah. Sampai saat itu Hamas belum lahir, karena publik juga tahu bahwa Hamas baru dideklarasikan pada tahun 1987. Dan Hamas juga ikut Pemilu, dan karenanya tidak berideologi khilafah. Dan Hamas bersama Jihad Islam, Fatah dan lainnya sekarang bersatu membela bangsa Palestina melawan agresi Israel sang penjajah,” kata HNW.

“Dan juga bisa dipastikan bahwa Rabbi, Pastor dan Asosiasi Karyawan Yahudi dan puluhan ribu warga yang demo di AS, Eropa, Australia, Jepang dan lain-lain menentang kejahatan Israel dan mendukung Palestina mereka banyak yang non muslim, dan yang muslimpun juga tidak berideologi khilafah, dan tidak berafiliasi dengan Hamas,” tandasnya. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here