Hentikan Penembakan, Trump Dukung Para Guru Dibekali Senjata

398
Dua orang wanita berpelukan setelah peristiwa penembakan di Marjory Stoneman Douglas High School Florida (Photo: cbc)

Washington DC, Muslim Obsession – Presiden AS Donald Trump mengatakan, mempersenjatai para guru dapat mencegah penembakan di sekolah. Hal itu, menurutnya demi mengantisipasi terulangnya penembakan di Florida pekan lalu, yang menyebabkan 17 orang tewas.

“Seorang anggota staf dengan sebuah pistol di tangannya bisa menghentikan serangan lebih cepat,” ujar Trump, kepada para siswa dari Marjory Stoneman Douglas High School, pada sebuah acara Televisi di Gedung Putih.

Dilansir BBC News Kamis (22/2/2018), Trump juga mendukung seruan untuk memeriksa latar belakang para pembeli senjata. Sementara, korban lainnya terus melobi anggota parlemen Florida untuk mengendalikan peredaran senjata.

Trump menuturkan, akan mengadakan pelatihan khusus. Meskipun, Trump juga mengakui rencana mempersenjatai para guru merupakan sesuatu yang kontroversial.

Dalam pertemuan selama satu jam tersebut, beberapa orang menyuarakan dukungan untuk gagasan Trump tersebut.

Sedangkan Mark Barden, ayah dari Daniel yang tewas dalam penembakan di Sandy Hook Elementary School di Connecticut tahun 2012 silam, menolak gagasan Trump. Ia menilai, memperbanyak sejata bukanlah solusi.

“Guru-guru di sekolah sudah memiliki banyak tanggung jawab saat ini. Tidak perlu dibebankan lagi dengan sesuatu yang mematikan (senjata),” paparnya.

Senada dengan Andrew Pollack, ayah dari Meadow, anak perempuan yang tewas dalam penembakan minggu lalu tersebut juga tidak mendukung gagasan Trump.

“Meskipun saya kesal! Tidak ada satu pun dari kita yang ingin melihat tembak-menembak di sekolah,” kata Andrew.

Ratusan remaja dari Washington DC berkumpul di luar Gedung Putih sebelum pertemuan dengan Trump. Sementara itu, korban selamat dari penembakan tersebut, melakukan demo di ibukota negara bagian Florida Tallahassee, untuk meminta anggota parlemen membatasi penjualan senapan.

Siswa lainnya di seluruh AS, termasuk di Chicago, Illinois, Pittsburgh, Pennsylvania dan Phoenix, Arizona, melakukan aksi keluar dari kelas mereka atas nama solidaritas. (Vina)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here