Hatice Cengiz Terbitkan Buku Kenang Jamal Khashoggi

366
Jamal Khashoggi dan Hatice Cengiz (Foto: Breakingnews.co.id)

Arab Saudi, Muslim Obsession – Setelah kematian Jamal Khashoggi, tunangannya Hatice Cengiz (37) mengumumkan penerbitan buku memoar untuk mengenang Khashoggi yang dibunuh empat bulan lalu.

Khashoggi yang merupakan kolumnis The Washington Post dibunuh di Konsulat Arab Saudi di Istanbul pada Oktober lalu saat mengurus dokumen pernikahannya dengan Cengiz.

Buku yang berjudul Jamal Khashoggi: Hidup, Perjuangan, dan Rahasia itu terinspirasi dari buku catatan atau diari pribadinya. Diari itu mendokumentasikan pertemuan pertamanya dengan Khashoggi dan juga mengungkap kepribadian Khashoggi dan hubungannya dengan kawan dan keluarganya. Demikian dilansir dari Al Jazeera, Selasa (5/2/2019).

Menyusul menghilangnya Khashoggi, pihak berwenang Arab Saudi awalnya bersikeras wartawan itu meninggalkan konsulat sebelum menghilang. Namun kemudian pernyataan itu diralat dan menyebut Khashoggi telah terbunuh dalam operasi yang mereka sebut dilakukan oleh “unsur jahat”.

Sementara itu, Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan kembali menyerukan agar dilakukan investigasi penuh atas pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi. Dia juga kembali mengecam Amerika Serikat (AS) karena tidak mengambil sikap yang lebih keras terhadap Arab Saudi dalam kasus ini.

Erdogan juga meminta jawaban dari Arab Saudi atas kelanjutan kasus pembunuhan Khashoggi yang terjadi di Konsulat Arab Saudi di Istanbul awal Oktober 2018.

“Saya tidak memahami kebungkaman Amerika ketika serangan mematikan itu terjadi, dan bahkan setelah anggota CIA mendengar rekaman yang kami berikan,” kata Erdogan saat diwawancara stasiun radio nasional, TRT Senin (4/2/2019)

“Kami ingin semuanya dijelaskan karena ada kekejaman, ada pembunuhan,” ujarnya.

Erdogan sejak lama bersikeras bahwa perintah pembunuhan Khashoggi di konsulat jenderal di Istanbul itu atas perintah petinggi teratas pemerintah Arab Saudi. Dalam wawancara itu, Erdogan menyampaikan pembunuhan Khashoggi direncanakan 22 orang, 15 orang yang datang ke Istanbul menggunakan dua pesawat dan mengunjungi konsulat di hari terjadinya pembunuhan.

“Ketika mereka (Arab Saudi) menyampaikan, ’22 orang ditangkap saat ini’. Meskipun demikian, kami memiliki beberapa informasi. Beberapa dari mereka mungkin telah diambil. Mereka mungkin menjadi korban kecelakaan lalu lintas. Karena sistem di sana bekerja sangat aneh,” ungkapnya. (Bal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here