Hati yang Bersih Kunci untuk Meraih Ridha Allah

977

Muslim Obsession – Salah satu karakter yang dinilai sulit dimiliki adalah lapang dada (salamatush shadr). Kondisi ini akan semakin sulit jika seseorang tak terbiasa melawan nafsunya untuk mengikhlaskan apa yang ia terima dari Allah ‘azza wa jalla.

Ustadz Zacky Mirza dalam taushiyahnya mengatakan bahwa karakter lapang dada dapat dimiliki dari setiap kondisi, baik musibah maupun ujian.

“Ada yang bilang, berlapang dada itu memang mudah diucapkan, tetapi sulit dilakukan apalagi saat menjadi korban musibah. Tapi sesungguhnya dalam kondisi inilah kita dapat mulai belajar untuk berlapang dada,” ujarnya.

Ustadz Zacky Mirza menjadi salah satu penceramah Damai Indonesiaku yang disiarkan live di TVOne, Ahad (11/11/2018). Kali ini, kegiatan tabligh akbar tersebut digelar di Masjid Raya Telaga Kahuripan (MRTK) Perumahan Telaga Kahuripan, Kemang, Bogor.

Selain Ustadz Zacky Mirza, hadir juga sebagai penceramah Syeikh Ahmad Al-Mishry dan Ustadz Habiburrahman el-Shirazy, serta Ustadz Agung Izzulhaq sebagai host.

Pada kesempatan tersebut, Syeikh Ahmad Al-Mishry turut mengingatkan bahwa setiap hamba Allah akan mendapatkan ujian. Begitupun para nabi dan juru dakwah yang dalam menjalankan misinya akan selalu mendapatkan rintangan.

Namun demikian, Rasulullah Saw. mencontohkan cara terbaik untuk mengatasi ujian tersebut. Beliau senantiasa berlapang dada dalam menghadapinya.

“Nabi Musa pun demikian saat menghadapi Firaun. Beliau ajarkan doa agar hatinya lapang dan dimudahkan urusannya,” tuturnya.

Bahkan Rasulullah, jelas Syaikh Ahmad, beliau tidak pernah melakukan balas dendam. Padahal Rasulullah sering dizalimi oleh orang-orang kafir.

Sementara itu Ustadz Habiburrahman el-Shirazy mengajak jamaah untuk memiliki hati yang bersih. Menurut lelaki yang akrab disapa Kang Abik ini, ada sejumlah cara untuk memiliki hati yang bersih.

“Pertama, kita harus bersandar kepada Allah Swt. Kedua, memiliki cinta pada kebaikan. Rasulullah Saw. mengajarkan ini kepada kita,” kata Kang Abik.

Upaya ketiga, menurutnya, adalah selalu husnuzhan dan menjauhi suuzhan. Tetapi untuk bisa husnuzhan, jelas Kang Abik, seseorang harus selalu berusaha tabayun, klatifikasi sebuah kabar.

“Tak cukup di situ, kita juga harus aktif membantu saudara kita untuk tabayun agar tak muncul suuzhan,” katanya.

Ia menambahkan, hati yang bersih akan menutup pemiliknya dari ghibah, hasad, iri, dan perbuatan maksiat. Siapapun yang memiliki hati bersih akan menjadi penghuni surga.

“Memiliki hati yang bersih adalah kunci agar amal kita diterima dan mendapatkan ridha Allah subhanahu wa ta’ala,” pungkasnya. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here