Hati-Hati! Virus Corona Lebih Senang dengan Golongan Darah Ini

452
Darah (Foto: owlcation)

Jakarta, Muslim Obsession – Sebuah penelitian Cina baru-baru ini mengungkapkan bahwa orang dengan golongan darah ‘A’ paling berisiko terhadap virus corona daripada kelompok darah lainnya.

Menurut para ilmuwan, seperti dikutip dari pmnewsnigeria, Kamis (19/3/2020) mereka yang memiliki golongan darah ‘O’ lebih tahan terhadap virus daripada orang-orang yang termasuk dalam golongan darah lainnya.

Untuk penelitian, para ilmuwan mengambil sampel darah 2.000 pasien yang terkena COVID-19 di Wuhan dan Shenzhen. Mereka kemudian memeriksa pola golongan darah orang-orang yang terkena dampak dan membandingkannya dengan penduduk setempat.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang dengan golongan darah ‘A’ lebih rentan mengalami gejala parah daripada orang dari kelompok lain.

Penelitian lain pada coronavirus menunjukkan bahwa orang dengan komplikasi medis termasuk hipertensi dan diabetes berisiko tinggi terkena infeksi.

Orang-orang tanpa kondisi yang mendasarinya dan tingkat kekebalan yang baik dapat melawan virus corona secara lebih efektif daripada mereka yang sudah menderita beberapa penyakit.

Kesehatan seseorang berbanding lurus dengan kekebalan seseorang. Ketika seseorang menderita diabetes, kadar gula darah tidak hanya naik gila-gilaan tetapi produksi insulin juga dikompromikan. Hal ini menimbulkan komplikasi yang disebut sistem kekebalan yang melemah yang menempatkan seseorang pada peningkatan risiko menderita berbagai kondisi.

Ditambah, penderita diabetes telah ditemukan memiliki aliran darah yang lambat dibandingkan dengan manusia yang sehat.

Sel-sel kekebalan bergerak ke seluruh tubuh melalui sistem peredaran darah. Jika aliran darah buruk berarti rendahnya ketersediaan sel-sel kekebalan dalam tubuh untuk melawan patogen dan zat berbahaya.

Penderita diabetes sudah beresiko tinggi terkena komplikasi termasuk gagal ginjal, kerusakan saraf, kerusakan mata, kondisi kulit, dan penyakit kardiovaskular. Jadi, mendapatkan infeksi mematikan lain seperti COVID-19 dapat meningkatkan risiko kematian.

Tidak hanya penderita diabetes tetapi orang-orang dengan peningkatan kadar gula darah juga membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih. Bagi mereka, rawat inap yang lebih lama bisa menjadi hal biasa karena proses penyembuhan tubuh mereka yang lambat.

Sebagai penderita diabetes, Anda harus membatasi pergi ke tempat-tempat ramai. Jarak sosial adalah suatu keharusan. Juga jangan lupa periksa kadar gula darah Anda setiap hari karena gejala COVID-19 tiba-tiba dapat meningkatkan kadar gula darah Anda.

Jangan abaikan bahkan tanda kecil infeksi. Sistem kekebalan tubuh Anda yang terganggu membuat virus lebih mudah berkembang di dalam tubuh Anda. Anda harus makan makanan sehat, minum banyak cairan dan menghindari dehidrasi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here