Hati-Hati! Instagram Akan Beri Peringatan Keras Akun yang Berkomentar Rasis

88
Instagram (Foto: fstoppers.com)

Muslim Obsession – Instagram pada Rabu (11/8/2021) mengumumkan langkah-langkah baru untuk mengekang konten kasar dan rasis di jejaring sosial yang berpusat pada gambar, menyusul serangan komentar kebencian yang diarahkan pada pesepakbola Inggris setelah final Euro 2020.

Platform milik Facebook itu mengatakan akan mulai menggunakan “peringatan yang lebih kuat” ketika orang-orang memposting komentar yang berpotensi menyinggung, dan fitur “kata-kata tersembunyi” baru yang memungkinkan pengguna untuk memfilter pesan yang kasar.

Instagram juga akan memungkinkan pengguna untuk membatasi komentar dan permintaan pesan selama “lonjakan perhatian yang meningkat.”

Langkah itu dilakukan beberapa minggu setelah platform sosial bergegas untuk menghapus komentar rasis yang ditujukan kepada anggota tim sepak bola Inggris menyusul kekalahan memilukan di final Euro 2020, yang dimainkan bulan lalu setelah penundaan karena pandemi virus corona.

Konten rasis dan kebencian, yang telah memicu kecaman dari para pemimpin politik Inggris dan publik, juga menyebabkan tekanan pada jaringan sosial besar AS seperti Facebook dan Twitter.

Kepala Instagram Adam Mosseri mengatakan langkah-langkah baru ini dirancang untuk mengurangi penyebaran konten rasis, seksis, dan homofobik.

“Penelitian kami menunjukkan bahwa banyak hal negatif terhadap tokoh masyarakat berasal dari orang-orang yang tidak benar-benar mengikuti mereka, atau yang baru saja mengikuti mereka, dan yang hanya menumpuk pada saat ini,” kata Mosseri dalam sebuah posting blog, dilansir Arav News.

“Kami melihat ini setelah final Euro 2020 baru-baru ini, yang menghasilkan lonjakan signifikan – dan tidak dapat diterima – dalam pelecehan rasis terhadap para pemain,” ungkapnya.

Mosseri mengatakan pengguna “memberi tahu kami bahwa mereka tidak ingin menonaktifkan komentar dan pesan sepenuhnya; mereka masih ingin mendengar dari komunitas mereka dan membangun hubungan itu,” dan bahwa kebijakan baru “memungkinkan Anda untuk mendengar dari pengikut lama Anda, sambil membatasi kontak dari orang-orang yang mungkin hanya datang ke akun Anda untuk menargetkan Anda.”

Mosseri mengatakan peringatan yang sudah ada mengurangi frekuensi komentar kasar sebanyak 50 persen.

“Kami sudah menunjukkan peringatan ketika seseorang mencoba memposting komentar yang berpotensi ofensif,” tulisnya.

“Dan jika mereka mencoba memposting komentar yang berpotensi menyinggung beberapa kali, kami akan menunjukkan peringatan yang lebih kuat… Sekarang, daripada menunggu komentar kedua atau ketiga, kami akan menampilkan pesan yang lebih kuat ini untuk pertama kalinya,” pungkasnya.

 

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here