Hati-Hati! Game Perang-Perangan Picu Gangguan Irama Jantung

316
PUBG Ancam mental anak (Foto: gamerant.com)

Jakarta, Muslim Obsession – Para peneliti mungkin sudah lama mengetahui bahwa latihan olahraga dengan intensitas tinggi dapat memicu gangguan irama jantung yang serius.

Namun kini, tak perlu olahraga intensitas tinggi untuk menyebabkan masalah itu. Pasalnya, game – terutama game perang-perangan – juga dapat menjadi pemicu gangguan irama jantung.

Gangguan irama jantung atau aritmia, menurut dr. Reza Fahlevi dari KlikDokter, dapat membuat detak jantung menjadi terlalu cepat (takikardi), terlalu lambat (bradikardi), ataupun tidak teratur (iregular).

Kebanyakan, gangguan irama jantung memang tidak berbahaya, tapi beberapa jenisnya dapat berkomplikasi serius hingga menyebabkan kematian. Yang menarik, kondisi ini salah satunya dapat dipicu oleh bermain game perang-perangan.

Gangguan irama jantung dan game intens

Para peneliti dari Australia menelaah tiga kasus anak-anak yang pingsan saat bermain game perang-perangan digital. Pingsannya mereka ternyata disebabkan oleh pengaruh sistem kelistrikan jantung. Parahnya, hal itu dapat mengancam jiwa. Dengan kata lain, sebelum bermain game, si anak sudah memiliki permasalahan jantung.

Akan tetapi, dalam dua kasus lainnya, masalah jantung yang mendasari tidak ditemukan. Atau dengan kata lain, mereka mengalami gangguan irama jantung murni akibat bermain game perang-perangan.

Permainan yang intens dan melibatkan emosi ini ternyata dapat mengakibatkan pelepasan hormon stres, yang lalu memicu masalah irama jantung pada orang yang rentan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here