Hati-Hati dengan Makanan Tersisa

340

Oleh: A. Hamid Husain (Alumni Pondok Modern Gontor, King Abdul Aziz University, dan Ummul Qura University

Jika ingin menambah pahala melalui makanan, maka jangan pernah makanan tersisa dan terbuang.

Menyisakan dan membuang makanan adalah dosa, dan penyebab seretnya rezeki.

Saking harusnya kita menyayangi makanan yang telah dianugerahkan Allah, maka Rasulullah ﷺ sunnahkan kalau bisa “jilat” sisa-sisa makanan yang menempel di jari-jari. Sebegitu tidak bolehnya kita menyisakan makanan.

BACA JUGA: Kita yang Berusaha, Allah yang Memperlancar

TRUE STORIES:

Salah satu kebiasaan Rasulullah ﷺ yang wajib kita ikuti adalah, bahwa Rasulullah ﷺ tidak pernah membuang atau menyisakan makan. Piring dan periuk beliau selalu bersih dari sisa makanan.

Demikian dijelaskan dalam hadits sebagai berikut:

عن امس ابن مالك رضى الله عنه ان رسول الله صلى الله عليه وسلم كان يعجبه الثقل. (صحيح الجامع ٤٩٧٩. الثفل: هو ما يبقى من الطعام فى قعر القدر)

“Rasulullah ﷺ sangat menghargai sisa makanan yang lengket (kerak masakan) yang ada di dasar periuknya,” (Hadits Sahiihul Jaami’).

BACA JUGA: Mengundang Setan

POINTERS:

1. Kalau makan, jangan pernah menyisakan makanan.

2. Jika mengambil makanan, ambillah secukupnya, agar makanan tidak tersisa dan terbuang.

3. Ingat, masih banyak orang yang kelaparan, tidak punya makanan, dan memimpikan dapat makan. Maka janganlah membuang buang makanan.

Semoga kita hemat dan tidak mubadzir dalam segala hal, terutama soal makanan dan minuman. Ingat, mubadzir membuat setan tambah lengket dan tambah mendekat.

Wallahu a’lam bish shawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here