Hassaan Shahawy Ditunjuk jadi Presiden Muslim Pertama Harvard Law Review

65

Muslim Obsession – Harvard Law Review telah menunjuk seorang Mesir-Amerika sebagai presiden Muslim pertama dalam 134 tahun sejarahnya, mendobrak batasan dalam salah satu peran yang paling didambakan untuk seorang mahasiswa hukum.

Mahasiswa Harvard Law School Hassaan Shahawy mengatakan dia berharap pemilihannya akan mewakili pengakuan akademisi hukum yang semakin meningkat akan pentingnya keragaman, dan mungkin semakin menghormati tradisi hukum lainnya, demikian dilaporkan oleh Reuters, Senin (8/2/2021).

Baca Juga: Saima Mohsin jadi Pengacara Muslim Pertama di Michigan dan AS

“Berasal dari komunitas yang secara rutin dihina dalam wacana publik Amerika, saya berharap ini menunjukkan beberapa kemajuan, meski kecil dan simbolis,” ujar pria berusia 26 tahun tersebut.

Shahawy lulus dari Harvard sebagai sarjana pada tahun 2016. Kemudian, dia kuliah di Universitas Oxford sebagai Sarjana Rhodes untuk mengejar gelar doktor dalam Studi Oriental dan belajar hukum Islam. Dia telah aktif bekerja dengan populasi pengungsi dan reformasi peradilan pidana.

The Harvard Law Review adalah tinjauan hukum yang diterbitkan oleh kelompok mahasiswa independen di Harvard Law School.

Menurut Journal Citation Reports, faktor dampak 2015 dari Harvard Law Review sebesar 4,979 menempatkan jurnal pertama dari 143 jurnal dalam kategori “Hukum”.

Alumni terkemuka dari Harvard Law Review termasuk mantan Presiden AS Barack Obama, yang menjadi presiden kulit hitam pertama jurnal tersebut pada tahun 1990.

Tiga anggota Mahkamah Agung AS yang menjabat adalah editor dari Harvard Law Review, seperti almarhum Hakim Ruth Bader Ginsburg dan Antonin Scalia.

Pada 2017, Universitas Harveard menunjuk Khalil Abdur-Rashid, seorang profesor studi Islam di Southern Methodist University, sebagai Muslim pertama yang memenuhi kebutuhan mahasiswa Muslimnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here