Hasil Hitung Cepat, Ebrahim Raisi Terpilih Jadi Presiden Iran

115

Teheran, Muslim Obsession – Ebrahim Raisi disebut-sebut sebagai calon terkuat Presiden Iran. Dalam Pemilu yang digelar Jumat Jumat (18/6/2021), ia mampu menempati posisi pertama dengan perolehan suara terbanyak verso hitung cepat atau Quick Qount.

Raisi merupakan ulama konservatif alias garis keras dan merupakan salah satu calon presiden (capres) Iran. Pada Sabtu, (19/6) Raisi memimpin penghitungan suara dalam pilpres Iran dengan mendulang 17,8 juta suara.

Hal ini menurut pernyataan pejabat pemerintah yang disiarkan televisi sebagaimana dilansir Reuters. Tiga capres saingan Raisi bahkan mengucapkan selamat kepadanya karena dianggap memenangi pilpres, bahkan belum hasil resmi diumumkan sebagaimana dilansir AFP.

Dalam pidato yang disiarkan televisi, Presiden Iran Hassan Rouhani yang akan lengser memberi selamat kepada presiden pilihan rakyat, tanpa menyebutkan nama.

“Karena belum diumumkan secara resmi, saya akan menunda memberikan selamat secara resmi. Tapi sudah jelas siapa yang paling banyak mendapat suara,” kata Rouhani.

Dua capres berpandangan ultrakonservatif lain, Mohsen Rezai dan Amirhossein Qazizadeh Hashemi, secara eksplisit juga mengucapkan selamat kepada Raisi.

Saat penghitungan suara masih berlanjut, ketua kantor pilpres Iran Jamal Orf mengumumkan Raisi meraup 62 persen suara sebagaimana dilansir AFP.

Raisi dilihat sebagai orang dekat dengan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei yang memiliki kekuatan politik tertinggi di Iran.

Pemungutan diperpanjang dua jam melewati batas waktu tengah malam di tengah kekhawatiran rendahnya jumlah pemilih yakni 50 persen atau kurang.

Menang sebelum pilpres

Ketika pemungutan suara berlangsung, televisi pemerintah Iran menyiarkan ramainya orang-orang yang memberikan suara di tempat pemungutan suara.

Tetapi, jauh dari tempat pemungutan suara, beberapa orang marah karena pilpres Iran dianggap sudah diatur untuk memperkuat kelompok ultrakonservatif.

“Saya memilih atau tidak, seseorang sudah terpilih. Mereka membuat sandiwara pilpres untuk media,” ujar seorang pemilik toko di Teheran, Saeed Zareie.

Antusiasme rakyat dalam pilpres semakin berkurang dengan meningkatnya inflasi dan hilangnya pekerjaan.

Sementara itu, pandemi Covid-19 di Iran jauh lebih mematikan daripada di tempat lain di kawasan itu. Lebih dari 80.000 orang di Iran tewas akibat virus corona.

Di sisi lain, orang-orang yang memberikan suaranya dalam pilpres banyak yang mengaku mencoblos Raisi.

Mereka memilih Raisi karena dia berjanji untuk memerangi korupsi, membantu orang miskin, dan membangun jutaan hunian untuk keluarga berpenghasilan rendah. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here