Hashtag ‘Boikot Produk Prancis’ Ramai di Media Sosial Arab

358

Muslim Obsession – Beberapa asosiasi perdagangan Arab telah mengumumkan boikot produk Prancis, memprotes komentar terbaru yang dibuat oleh Presiden Emmanuel Macron tentang Islam.

Belum lama ini, Macron berjanji untuk melawan “separatisme Islam”, yang menurutnya mengancam untuk mengambil kendali di beberapa komunitas Muslim di seluruh Prancis.

Dia juga menggambarkan Islam sebagai agama “dalam krisis” di seluruh dunia dan mengatakan pemerintah akan mengajukan rancangan undang-undang pada bulan Desember untuk memperkuat undang-undang tahun 1905 yang secara resmi memisahkan gereja dan negara di Prancis.

Hal ini lantas memicu reaksi dari Muslim di negaranya sendiri. Mereka berkata, “Berhenti menstigmatisasi kami.”

Tidak hanya itu, dilansir Al Jazeera, Senin (26/10/2020) terjadi kampanye media sosial yang menyerukan boikot produk Prancis dari supermarket di negara-negara Arab dan Turki.

Tagar seperti #BoycottFrenchProducts dalam bahasa Inggris dan bahasa Arab #ExceptGodsMessenger menjadi tren di berbagai negara termasuk Kuwait, Qatar, Palestina, Mesir, Aljazair, Yordania, Arab Saudi, dan Turki.

Di Kuwait, ketua dan anggota dewan direksi Perkumpulan Koperasi Al-Naeem memutuskan untuk memboikot semua produk Prancis dan mengeluarkannya dari rak supermarket.

Asosiasi Dahiyat al-Thuhr mengambil langkah yang sama, dengan mengatakan: “Berdasarkan posisi Presiden Prancis Emmanuel Macron dan dukungannya terhadap kartun ofensif terhadap nabi tercinta kami, kami memutuskan untuk menghapus semua produk Prancis dari pasar dan cabang sampai pemberitahuan lebih lanjut.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here