Haruskah Melafazhkan Niat?

59
Ilustrasi Takbiratul Ihram.

Oleh: Drs. H. Tb Syamsuri Halim, M.Ag (Pimpinan Majelis Dzikir Tb. Ibnu Halim dan Dosen Fakultas Muamalat STAI Azziyadah Klender)

Ada banyak pertanyaan tentang lafazh (mengucapkan sehingga terdengar) Niat dari jamaah, mengingat sebagian umat Islam di Tanah Air melakukannya. Namun ada juga sebagian umat Islam yang memilih tidak melafazhkan Niat, hanya membacanya di dalam hati.

Pada kesempatan ini saya akan menerangkan beberapa hal terkait melafazhkan Niat.

A. Melafazkan Niat Shalat (sebelum Takbir) dan Niat (bersamaan dengan Takbir Ula)

  • Melafazhkan niat dengan lisan sebelum Takbir ketika sebelum shalat adalah sunnah (tidak wajib) menurut Madzhab Syafi’i, Hambali dan Hanafi.
  • Menurut pengikut Mazhab Imam Malik (Malikiyah) bahwa melafazhkan niat shalat sebelum Takbiratul Ihram tidak disyari’atkan kecuali bagi orang yang terkena penyakit was-was (peragu terhadap niatnya sendiri).
  • Adapun Niat dalam hati bersamaan dengan Takbiratul Ula adalah wajib.

B. Tujuan Melafazhkan Niat

Tujuan dari talafuzh binniyah menurut kitab-kitab fiqh ahlusunnah adalah:

  • Liyusaa’idal lisaanul qalb (agar lidah menolong hati).
  • Agar menjauhkan dari was-was.
  • Keluar dari khilaf orang yang mewajibkannya.

C. Ayat-ayat Al-Quran dasar talafuzh binniyah (melafazhkan niat sebelum takbir)

Tidaklah seseorang itu mengucapkan suatu perkataan melainkan di sisinya ada malaikat pencatat amal kebaikan dan amal kejelekan. (QS. Al-Qaf [50]: 18).

Dengan demikian melafazhkan Niat dengan lisan akan dicatat oleh malaikat sebagai amal kebaikan.

Kepada Allah jualah naiknya kalimat yang baik. (QS. Al-Fathir [35]: 10). Maksudnya segala perkataan hamba Allah yang baik akan diterima oleh Allah (Allah akan menerima dan meridhai amalan tersebut) termasuk ucapan lafazh niat melakukan amal shalih (niat shalat, haji, wudhu, puasa, dsb).

D. Hadits-hadits dasar talafuzh binniyah (melafazhkan niat sebelum Takbir)

1. Diriwayatkan dari Abu bakar Al-Muzani dari Anas radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata:

عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ الله ُعَنْهُ قَالَ سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى الله ُعَلَيْهِ وَسَلّّمَ يَقُوْلُ لَبَّيْكَ عُمْرَةً وَحَجًّاً

“Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan Talbiyah Haji dan umrah bersama-sama sambil mengucapkan: “Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah untuk melaksanakan haji dan umrah,” (HR. Muslim – Syarah Muslim Juz VIII, hal 216).

Hadits ini menunjukkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengucapkan niat atau talafuzh binniyah di waktu beliau melakukan haji dan umrah. Imam Ibnu Hajar mengatakan dalam Tuhfah, bahwa ‘ushalli’ ini diqiyaskan kepada haji. Qiyas adalah salah satu sumber hukum agama.

2. Hadits Riwayat Bukhari dari Umar radhiyallahu ‘anhu bahwa beliau mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda ketika tengah berada di Wadi ‘Aqiq: “Shalatlah engkau di lembah yang penuh berkah ini dan ucapkanlah “sengaja aku umrah di dalam haji’,” (HR. Imam-Bukhari, Sahih Bukhari I hal. 189 – Fathul Bari Juz IV hal 135).

Semua ini jelas menunjukan lafazh niat. Dan hukum sebagaimana dia tetap dengan nash juga bisa tetap dengan qiyas.

3. Diriwayatkan dari ummul mukminin Aisyah radhiyallahu ‘anha beliau berkata: “Pada suatu hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadaku: “Wahai Aisyah, apakah ada sesuatu yang dimakan? Aisyah menjawab: “Wahai Rasulullah, tidak ada pada kami sesuatu pun”. Mendengar itu Rasulullah Saw. bersabda : “Kalau begitu hari ini aku puasa,” (HR. Muslim).

Hadits ini menunjukan bahwa Rasulullah Saw. mengucapkan Niat atau talafuzh binniyyah di ketika beliau hendak berpuasa sunnah.

4. Diriwayatkan dari Jabir, beliau berkata: “Aku pernah shalat Idul Adha bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka ketika beliau hendak pulang dibawakanlah beliau seekor kambing lalu beliau menyembelihnya sambil berkata:

“Dengan nama Allah, Allah maha besar, Ya Allah, inilah kurban dariku dan dari orang-orang yang tidak sempat berkurban di antara umatku,” (HR. Ahmad, Abu Dawud dan At-Turmudzi).

Hadits ini menunjukan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengucapkan Niat dengan lisan atau talafuzh binniyah di ketika beliau menyembelih.

 

Jumhur Ulama Syafii tentang Niat

Dalam rangkaian Niat yang terjadi antara Takbir antara awal sampai akhir itu tempatnya di hati terhukumi wajib. Sedangkan di luar Takbiratul Ihram melafazhkan Niat (talafuzh binniyah) hukumnya sepakat jumhur Syafiiyah adalah sunnah.

Kesunnahan ini diqiyaskan dengan melafazhkan Niat Haji, sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam beberapa kesempatan melafazhkan Niat yaitu pada ibadah Haji.

عَنْ اَنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ: لَبَّيْكَ عُمْرَةً وَحَجًّا

“Dari sahabat Anas radhiyallahu ‘anhu berkata: “Saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengucapkan “Aku memenuhi panggilan-Mu (Ya Allah) untuk (mengerjakan) umrah dan haji,” (HR. Imam Muslim).

Dalam buku Fiqh As-Sunnah I halaman 551 Sayyid Sabiq menuliskan bahwa salah seorang sahabat mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengucapkan:

(نَوَيْتُ الْعُمْرَةَ اَوْ نَوَيْتُ الْحَجَّ)

“Saya niat mengerjakan ibadah umrah atau saya niat mengerjakan ibadah Haji”.

أنه سمعه صلى الله عليه وسلم يقول: ” نويت العمرة، أو نويت الحج

Memang, ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melafazhkan Niat itu ketika menjalankan ibadah haji, namun ibadah lainnya juga bisa diqiyaskan dengan hal ini, demikian juga kesunnahan melafazhkan Niat pada shalat juga diqiyaskan dengan pelafazhan Niat dalam ibadah haji.

Hadits tersebut merupakan salah satu landasan dari talafuzh binniyah. Sebagaimana juga dikatakan oleh Al-‘Allamah Al-Imam Ibnu Hajar Al-Haitami (ابن حجر الهيتمي) di dalam Kitab Tuhfatul Muhtaj (II/12):

ويندب النطق) بالمنوي (قبيل التكبير) ليساعد اللسان القلب وخروجا من خلاف من أوجبه وإن شذ وقياسا على ما يأتي في الحج

Dan disunnahkan melafazhkan (mengucapkan) Niat sebelum Takbir, guna membantu lisan kita.

Wallahu a’lam bish shawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here